Korupsi

Tumpak Panggabean di Mata Pimpinan KPK

Bibit tak pernah meragukan Tumpak dalam pemberantasan korupsi.

Senin, 22 Maret 2010, 11:19 WIB
Arry Anggadha, Yudho Rahardjo
Pimpinan Sementara KPK: Tumpak Hatorangan Panggabean (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Tumpak Hatorangan Panggabean resmi demisioner dari jabatannya sebagai pelaksana tugas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kehadiran Tumpak dinilai telah memberikan sumbangan yang berarti bagi KPK di masa krisis.

"Kehadirannya memberikan sumbangan yang sangat signifikan bagi KPK," kata Wakil Ketua Bidang Penindakan KPK, Chandra M Hamzah, di Gedung KPK, Jakarta, Senin 22 Maret 2010.

Chandra menegaskan, meski Tumpak adalah pilihan dari pemerintah, namun dalam kinerjanya Tumpak tetap bersikap independen. "Tidak benar Pak Tumpak sebagai kuda troya (agen istana)," ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Penindakan, Bibit Samad Rianto, menambahkan bahwa dia bersama tiga rekannya tidak pernah meragukan kualitas Tumpak dalam pemberantasan korupsi. Meski Tumpak dipilih oleh pemerintah. "Teman-teman tidak pernah meragukan Pak Tumpak," jelasnya.

Bibit pun meyakinkan, meski sudah tidak sekantor lagi, namun hubungan dengan Tumpak akan tetap dijaga. "Kami dengan Pak Tumpak akan tetap baik dan mesra," ujarnya.

Sebelumnya Tumpak menyatakan pada hari ini telah menerima Keppres tentang pemberhentian dirinya sebagai pelaksana tugas ketua KPK. Keppres ini merupakan efek dari ditolaknya Perpu Pimpinan Sementara KPK oleh DPR.

Perpu itu sendiri keluar setelah tiga pimpinan KPK ditetapkan menjadi tersangka. Ketua KPK (nonaktif) Antasari Azhar ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Sementara itu, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan penyalahgunaan kewenangan dan dugaan suap.

Pemerintah pun lantas mengeluarkan perpu untuk mengangkat tiga pimpinan sementara KPK. Saat itu pemerintah memilih Tumpak Hatorangan Panggabean sebagai pengganti Antasari. Mas Achmad Santosa sebagai pengganti Bibit Samad Rianto, dan Waluyo sebagai pengganti Chandra M Hamzah.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ