Bibit Persilakan Anaknya Dihukum
Bibit juga kembali menegaskan jika putranya telah diperiksa oleh pengawasan internal KPK.
Senin, 22 Maret 2010, 14:38 WIB
Arry Anggadha, Yudho Rahardjo
Bibit Samad Rianto
VIVAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Penindakan KPK Bibit Samad Rianto mengatakan apabila anaknya Yudi Prianto memang terbukti menjadi makelar kasus (markus) dan terlibat dalam tindak pidana silakan dihukum.
"Tetapi kalau tidak saya akan melawan karena menyangkut kredibilitas pribadi saya," kata Bibit di Gedung KPK Jakarta, Senin 22 Maret 2010.
Bibit juga kembali menegaskan jika putranya telah diperiksa oleh pengawasan internal KPK dan tidak ditemukan bukti-bukti tindak pidana.
Bibit bercerita, cucunya sempat senang ketika ada pemberitaan bahwa ayahnya disebut sebagai markus. "Namun ketika ada berita anak saya jadi markus, cucu saya senang, horre ayah jadi markus, tanpa dia tahu artinya," kelakar Bibit.
Yudi Prianto adalah putra Bibit Samad Rianto. Dalam wawancaranya di sebuah media nasional, Yudi mengaku salah satu tersangka PLN, Hariadi sadono pernah meminta bantuan kepada Yudi. Selain Hariadi Sadono, pihak lain yang aktif meminta bantuan Agung Kuswaryanto, rekanan PLN.
Bibit juga kembali berkelakar ketika dirinya menghadiri pertemuan dengan para Hakim Tipikor di Banten yang mengistilahkan markus dengan istilah cakar atau calo perkara.
• VIVAnews
gelora
23/03/2010
jangan pernah menyerah bung bibit, kalau tidak sekarang kapan lagi semua borok pemimpin negeri ini di telanjangi...........sudah cukup lah penderitaan rakyat
sutowijojo
23/03/2010
maju trus pak bibit jangan gentar menghadapi tekanan ! tunjukkan kebenaran yg sejati ! memang yang ada hari ini adalah nurmati bukan nurani....
joe
23/03/2010
ini seperti kata pepatah,'tak dapat rotan,akar pun jadilah'...wahai para pejabat yg diatas sana,jgn engkau mencari2 kesalahan orang lain,pikirkan kesalahanmu,dan hukumannya nanti di akherat..semoga keluarga pk.bibit tetap tabah dan sabar.
mang dizal
23/03/2010
Bapaknya gak dapet sekarang anaknya, KPK benar2 sedang berhadapan dengan para penjahat di negri ini, para penjahat yg bersekongkol dengan oknum polisi dan oknum kejaksaan, meskipun tidak diakui tapi masyarakat sudah bisa membaca
Zeka
23/03/2010
Memang susah mencari kebenaran pada saat seperti ini, masyarakat semakin bingung mana yg benar mana yg salah. Siapa Jagoan siapa Bandit semakin kabur batas pemisahnya.
markus
22/03/2010
oke pak bibit maju terus pantang mundur saya setuju itu, kami orang dari papua mendukung kamu punya.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar