VIVAnews - Mantan anggota DPR dari Fraksi Golkar, Asep Ruchimat Sudjana, mencoba meluruskan jawaban dirinya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Pelurusan versi politisi Golkar ini terkait penyebutan nama istri mantan Wakapolri, Nunun Daradjatun.
"Izinkan saya meluruskan jawaban. Karena itu antara satu kejadian dengan kejadian lainnya," ujar Asep Ruchimat Sudjana di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Senin 22 Maret 2010.
Dia mengakui bahwa memang ada pertemuan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta. Pertemuan itu adalah Paguyuban Masyarakat Sunda.
"Namun penyelenggaranya bukan Ibu Nunun dan juga tidak memberikan sambutan atau laporan. Tapi Saudara Paskah (Suzetta) dan Hamka (Yandhu) hadir. Ada pula anggota DPR lainnya," ujar dia.
Apakah Nunun hadir dalam pertemuan itu. "Saya tidak ingat ada Ibu Nunun atau tidak. Mungkin ada kejadian lainnya," ujar dia.
Tap dalam pertemuan berbeda, di Mercentile Athletic Club, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Nunun hadir. Selain itu, hadir pula tokoh-tokoh Jawa Barat termasuk anggota DPR dari Jawa Barat.
"Dalam kesempatan itu, Ibu Nunun menyampaikan sambutan atau laporan. Paskah Hadir, tapi saya tidak melihat saudara Hamka Yandu," ujar dia.
Laporan atau sambutan yang disampaikan Nunun Nurbaeti itu masih terkait kegiatan kebudayaan yang digelar Paguyuban Sunda itu. Apakah kegiatan digelar sebelum pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom? "Waktunya, saya lupa," ujar dia.
Dugaan keterlibatan Nunun ini awalnya diketahui dari keterangan Ahmad Hakim Safari Malangjudo alias Arie Malang Judo. Dia mengaku pada tahun 2000 berdiri perusahaan yang berafiliasi antara Arie dengan keluarga Adang Nurbaetie bernama PT Wahana Esa Sejati.
Dewan direksi perusahaan itu terdiri dari Direktur Utama Nunun Nurbaetie, Direktur Keuangan Yane Yunarni, Direktur Adri Ahmad Drajad dan Arie Malangjudo.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews