VIVAnews - Kericuhan kecil mewarnai kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke kediaman Direktur Jenderal Pajak Tjiptardjo. Kericuhan terjadi antara petugas keamanan perumahan dengan belasan wartawan yang meliput.
Sekitar tujuh petugas keamanan menghalang-halangi wartawan yang ingin meliput kedatangan KPK ke tempat tinggal Tjiptardjo di perumahan Taman Rempoa Indah, Blok M No 1, Rempoa, Tanggerang Selatan, Banten, Selasa 6 April 2010.
"Atas permintaan penghuni, wartawan dilarang masuk. Ini penghuni yang minta," kata wanita berpakaian blazer yang berada di pos jaga. Sekitar pukul 9 jumlah wartawan semakin banyak.
Kedatangan KPK ini untuk mengklarifikasi harta kekayaan atas Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Tjiptardjo. Pengumuman LHKPN pejabat negara sendiri dilakukan secara transparans.
Wartawan terus berdatangan, termasuk mobil dari stasiun televisi. Negosiasi wartawan dengan penjaga keamanan menemui jalan buntu. Tiba-tiba wartawan mencoba masuk.
Tetapi, saat mobil stasiun televisi mencoba masuk ke gerbang tiba-tiba wanita penjaga keamanan itu berdiri di tengah jalan. Wanita ini nekat berdiri menghalangi mobil masuk.
Suasana semakin ramai. Sementara pintu gerbang terjadi kericuhan, terjadi penumpukan mobil penghuni yang ingin keluar rumah. Sekitar 10 mobil mengantre tidak bisa keluar karena terjadi sedikit keributan di gerbang utama.
Sebagian warga pun keluar rumah. 'Suhu' semakin panas. Penghuni yang di dalam mobil pun keluar. Setelah keributan itu, penjaga keamanan akhirnya mengizinkan peliput berita untuk masuk.
Di kediaman Tjiptardjo mobil yang digunakan petugas KPK sudah terparkir. Toyota Innova hitam dengan nomor polisi B 1774 IR. Garasi rumah Tjiptardjo sendiri tidak berisi mobil, tapi sudah menjadi warung kelontong.
Sedangkan di dalam rumah bertingkat dua ini terdapat tiga buah mobil. Mobil Toyota Camry hitam nomor polisi B 1206 RFS, mobil Toyota Innova berwarna perak dengan nomor polisi B 1502 RFS, dan satu unit mobil Honda Jazz perak.