Korupsi

Keributan Kecil di Rumah Dirjen Pajak

Saat mobil stasiun televisi mencoba masuk, wanita penjaga keamanan berdiri di tengah jalan

Selasa, 6 April 2010, 09:52 WIB
Ismoko Widjaya, Bayu Galih
Rumah Dirjen Pajak Tjiptardjo (VIVAnews/Bayu Galih)

VIVAnews - Kericuhan kecil mewarnai kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke kediaman Direktur Jenderal Pajak Tjiptardjo. Kericuhan terjadi antara petugas keamanan perumahan dengan belasan wartawan yang meliput.

Sekitar tujuh petugas keamanan menghalang-halangi wartawan yang ingin meliput kedatangan KPK ke tempat tinggal Tjiptardjo di perumahan Taman Rempoa Indah, Blok M No 1, Rempoa, Tanggerang Selatan, Banten, Selasa 6 April 2010.

"Atas permintaan penghuni, wartawan dilarang masuk. Ini penghuni yang minta," kata wanita berpakaian blazer yang berada di pos jaga. Sekitar pukul 9 jumlah wartawan semakin banyak.

Kedatangan KPK ini untuk mengklarifikasi harta kekayaan atas Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Tjiptardjo. Pengumuman LHKPN pejabat negara sendiri dilakukan secara transparans.

Wartawan terus berdatangan, termasuk mobil dari stasiun televisi. Negosiasi wartawan dengan penjaga keamanan menemui jalan buntu. Tiba-tiba wartawan mencoba masuk.

Tetapi, saat mobil stasiun televisi mencoba masuk ke gerbang tiba-tiba wanita penjaga keamanan itu berdiri di tengah jalan. Wanita ini nekat berdiri menghalangi mobil masuk.

Suasana semakin ramai. Sementara pintu gerbang terjadi kericuhan, terjadi penumpukan mobil penghuni yang ingin keluar rumah. Sekitar 10 mobil mengantre tidak bisa keluar karena terjadi sedikit keributan di gerbang utama.

Sebagian warga pun keluar rumah. 'Suhu' semakin panas. Penghuni yang di dalam mobil pun keluar. Setelah keributan itu, penjaga keamanan akhirnya mengizinkan peliput berita untuk masuk.

Di kediaman Tjiptardjo mobil yang digunakan petugas KPK sudah terparkir. Toyota Innova hitam dengan nomor polisi B 1774 IR. Garasi rumah Tjiptardjo sendiri tidak berisi mobil, tapi sudah menjadi warung kelontong.

Sedangkan di dalam rumah bertingkat dua ini terdapat tiga buah mobil. Mobil Toyota Camry hitam nomor polisi B 1206 RFS, mobil Toyota Innova berwarna perak dengan nomor polisi B 1502 RFS, dan satu unit mobil Honda Jazz perak.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
bambang poerwantono
16/04/2010
sebaiknya kita tidak perlu sumpah serapahlah, biar aja para pejabat menikmati kekayaan tsb dari ngerampok,korupsi, mar kus,dll tindakan tidak terpuji, toh harta panas juga yg akakn memanaskan dirinya di akhirat kelak, harta panas tidak membawa berkah kepa
Balas   • Laporkan
Abu koko
07/04/2010
mau apalagi ? biar kita teriak sampai leher putuspun, bukan pegawai pajak aja... PNS yang ada peluang korup yang tetap aja... sekarang itu bukannya turun korupnya tapi mereka makin rapi... jadi klao hukum mati bagi korup gue daaah setuju 1000%..he he
Balas   • Laporkan
Abu koko
07/04/2010
mau apalagi ? biar kita teriak sampai leher putuspun, bukan pegawai pajak aja... PNS yang ada peluang korup yang tetap aja... sekarang itu bukannya turun korupnya tapi mereka makin rapi... jadi klao hukum mati bagi korup gue daaah setuju 1000%..he he
Balas   • Laporkan
ARI
07/04/2010
W SUMPAHIN YG MKN DUIT HARAM..MATINYA SUSAH,
Balas   • Laporkan
kandar
07/04/2010
Padahal gaji sudah dinaikkan tapi tetep aja masih ada yang korupsi. Bukan besar kecilnya gaji tapi korupsi itu karena keleluasaan ruang dan waktu . hapus remunerasi .... benahi dulu kerjanya
Balas   • Laporkan
ahmad Hidayat
07/04/2010
maju terus satgas untuk memberantas markus. tapi jangan lupa kedepankan asas praduga tak bersalah
Balas   • Laporkan
slim
07/04/2010
ISYAAAAAAF... sebelum ajal menjemput.. pengadilan ahkirat akan lebih berat...toh kalo mati tak bawa duiiiiit.
Balas   • Laporkan
susan
07/04/2010
bnyk banget hartanya,smg nda lupa zakatnya...kasian kalo ampe lupa, mati nda bwa harta wahai penimbun harta
Balas   • Laporkan
adaadedisini
07/04/2010
orang "biasa" diuber bayar pajak, tapi penggunaannya diselewengin... APA KATA DUNIA...
Balas   • Laporkan
adaadedisini
07/04/2010
orang "biasa" diuber bayar pajak, tapi penggunaannya diselewengin... APA KATA DUNIA...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ