VIVAnews - Empat penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menunggu Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres. Tapi, tuan rumah yang hendak dimintai keterangan tak kunjung datang.
Pantauan VIVAnews, Kamis 29 April 2010, empat penyelidik yang semuanya pria harus menunggu Boediono selama 40 menit di ruang tunggu Biro Protokol dan Persidangan Istana Wapres.
Boediono saat ini tengah berada di Wisma Negara yang terletak di kompleks kepresidenan. Karena tak kunjung datang, penyelidik KPK kemudian meninggalkan ruangan tersebut.
"Setelah mereka menerima telepon," kata Deputi Bidang Administrasi Istana Wapres Henry Soelistyo Budi.
Tapi Henry mengaku tidak tahu kemana penyelidik akan pergi. Apakah ke Wisma Negara menyusul Boediono atau kembali ke kantor KPK. "Tidak tahu."
Selama 40 menit itu, Henry menyempatkan berbincang-bincang dengan keempat penyelidik. "Saya sebagai tuan rumah, ngobrol-ngobrol saja," kata dia.
Berbincang soal apa saja? "Saya ngobrol karena saya kenal orang KPK, Jasin (Wakil Ketua KPK), di Lemhanas," jelasnya.
Boediono sedianya akan dimintai keterangan seputar proses pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Panjang (FPJP) dan dana talangan ke Bank Century tahun 2008. Saat itu, Boediono masih menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. (hs)
Pusing Mikirin Politik, Yang Saya sedihkan permasalahan global.... yaitu dimana orang-orang kita sudah mampu...tapi toh pemerintah selalu melakukan kontrak karya dengan asing...sediiiiih conto emas terbesar di dunia (kab.jaya wijaya) di serahkan ke chevro
inii sebagai bukti bahwa kita tidak sama di depan hukum. hukum kita tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas! pejabat kita sdh memberikan teladan yg buruk bagi penegakan hukum