Korupsi

Boediono Tak Kunjung Datang, KPK Pergi

Empat penyelidik yang semuanya pria harus menunggu Boediono selama 40 menit.

Kamis, 29 April 2010, 14:41 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Bayu Galih
  (Fanny Octavianus)

VIVAnews - Empat penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menunggu Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres. Tapi, tuan rumah yang hendak dimintai keterangan tak kunjung datang.

Pantauan VIVAnews, Kamis 29 April 2010, empat penyelidik yang semuanya pria harus menunggu Boediono selama 40 menit di ruang tunggu Biro Protokol dan Persidangan Istana Wapres.

Boediono saat ini tengah berada di Wisma Negara yang terletak di kompleks kepresidenan. Karena tak kunjung datang, penyelidik KPK kemudian meninggalkan ruangan tersebut.

"Setelah mereka menerima telepon," kata Deputi Bidang Administrasi Istana Wapres Henry Soelistyo Budi.

Tapi Henry mengaku tidak tahu kemana penyelidik akan pergi. Apakah ke Wisma Negara menyusul Boediono atau kembali ke kantor KPK. "Tidak tahu."

Selama 40 menit itu, Henry menyempatkan berbincang-bincang dengan keempat penyelidik. "Saya sebagai tuan rumah, ngobrol-ngobrol saja," kata dia.

Berbincang soal apa saja? "Saya ngobrol karena saya kenal orang KPK, Jasin (Wakil Ketua KPK), di Lemhanas," jelasnya.

Boediono sedianya akan dimintai keterangan seputar proses pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Panjang (FPJP) dan dana talangan ke Bank Century tahun 2008. Saat itu, Boediono masih menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. (hs)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Herman
30/04/2010
Pusing Mikirin Politik, Yang Saya sedihkan permasalahan global.... yaitu dimana orang-orang kita sudah mampu...tapi toh pemerintah selalu melakukan kontrak karya dengan asing...sediiiiih conto emas terbesar di dunia (kab.jaya wijaya) di serahkan ke chevro
Balas   • Laporkan
Puguh Darmanto
30/04/2010
Belum memegang ilmu ikhlas...itu kunci dari segala keruwetan kita sekarang. Semoga saja hidayah Allah SWT segera datang kepada para pemimpin kita.
Balas   • Laporkan
abul ainin
30/04/2010
inii sebagai bukti bahwa kita tidak sama di depan hukum. hukum kita tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas! pejabat kita sdh memberikan teladan yg buruk bagi penegakan hukum
Balas   • Laporkan
sogol
30/04/2010
jelas tak jelas apa maksudnya?
Balas   • Laporkan
caturjulianto
29/04/2010
kpk bagaikan macan ompong yang tidak dapat memberi ketegasan kapada Boediono
Balas   • Laporkan
Rocky
29/04/2010
MALINGNYA KABUR..
Balas   • Laporkan
Rocky
29/04/2010
Mentang2 org No 2 di RI..mo seenaknya aja buat aturan..balikin uang rakyat woooyy!!
Balas   • Laporkan
bajul
29/04/2010
jelas saja boediono ak dateng, dia kan pasti di rumahnya sedang gemetar ketakutan
Balas   • Laporkan
Andi Hariyadi
29/04/2010
Pemimpin kita ternyata susah memberikan teladan yg baik, shg hal ini benar2 ada indikasi
Balas   • Laporkan
KPK LOYO
29/04/2010
paling juga cuma formalitas,,emang kpk berani apa?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ