VIVAnews - Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Risco Pesiwarissa menyerahkan diri. Risco yang disebut-sebut sebagai ajudan legislator Jhonny Allen Marbun ini mengaku stres selama buron.
"Masa selamanya saya jadi buronan," ujar Risco saat mendatangi kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Mei 2010.
Seperti diberitakan sebelumnya, Risco mengaku telah menjadi perantara penyerahan uang suap Rp1 miliar dari mantan legislator Abdul Hadi Djamal ke Jhonny Allen.
Menurut Risco, dia diberi uang Rp10 juta oleh Jhonny Allen untuk kembali ke kampung halamannya di Ambon tak lama setelah Abdul Hadi Jamal ditangkap dalam kasus korupsi proyek pembangunan dermaga dan bandara di kawasan Timur Indonesia.
Selain itu, Risco juga menyatakan sering menerima intimidasi dari orang tidak dikenal. "Saya dibilang mau memeras."
Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, pengacara Risco, Andar Situmorang, pun akan mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LSPK).
Andar membantah ada kepentingan terselubung dalam kemunculan Risco di kantor KPK. "Enggak ada tuh tawar-menawar dengan KPK. Itu kesadaran dia saja," bantah Andar.
Dalam sidang di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jhonny Allen membantah menerima uang dari Abdul Hadi. Dia pun membantah pernah kenal Risco. (kd)