Korupsi

KPK Tak Takut Panggil Jhony Allen Marbun

Jhony disebut menerima Rp 1 miliar terkait program stimulus di Departemen Perhubungan.

Rabu, 16 Juni 2010, 11:08 WIB
Arry Anggadha, Fadila Fikriani Armadita
  (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan tidak takut memanggil Jhony Allen Marbun, meski dia saat ini dikabarkan akan menduduki jabatan sebagai wakil ketua umum Partai Demokrat.

"Tidak benar KPK takut, kita berani," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 16 Juni 2010.

Johan menjelaskan, untuk memeriksa seorang saksi itu bukan masalah takut atau tidak. Tapi apakah KPK benar-benar membutuhkan keterangan yang bersangkutan atau tidak. "Kita masih lakukan penyelidikan, karena dari keterangan Abdul Hadi Djamal memang ada aliran dana ke dia. itu yang kita telusuri," jelasnya.

Dalam beberapa kesempatan, termasuk dalam ruang sidang, Abdul Hadi mengaku menyerahkan uang tersebut kepada Jhonny melalui ajudan terkait pelolosan Program Stimulus Fiskal tahun 2009 di Departemen Perhubungan.

Saat mendatangi kantor KPK, Risco pun membenarkan pengakuan Abdul Hadi itu. Uang Rp 1 miliar itu, menurut Risco, diserahkan 27 Februari 2009 kepada Jhonny di Hotel Aston, Jakarta.

"Uang dari Abdul Hanan (staf Abdul Hadi) langsung saya serahkan ke Pak Jhonny. Itu perintah Pak Abdul Hadi," kata Risco usai bertemu penyidik KPK.

Namun, Jhonny membantah pengakuan Abdul Hadi dan Risco. Jhonny bahkan membantah kenal dengan Risco. (umi)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ