Korupsi

Tak Penuhi Syarat, KPK Bisa Tunda Cari Ketua

"Jika memang tidak cocok kita tidak paksakan untuk pilih," ujar Erry Riyana.

Minggu, 4 Juli 2010, 14:55 WIB
Amril Amarullah
Aksi Dukung KPK (Antara)

VIVAnews - Pantia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan memaksakan memilih ketua KPK yang baru, jika tidak ditemukan satupun calon yang memenuhi syarat. Pansel saat ini baru melakukan seleksi administrasi dimana 145 calon ketua KPK lolos.

"Jika memang tidak cocok kita tidak paksakan untuk pilih," ujar anggota Pansel KPK Erry Riyana Hardjapamekas saat ditemui wartawan seusai acara 'Diskusi Selamatkan KPK' di Universitas Padjadjaran, Bandung, Minggu, 4 Juni 2010.

Menurut Erry, jika tidak ada yang memenuhi syarat maka lebih baik KPK ditangani sementara oleh keempat pimpinan KPK yang sudah ada, hingga masa jabatan mereka berakhir pada 2011 nanti. Saat 2011 nanti Pansel akan langsung mencari 5 calon pimpinan KPK periode selanjutnya.

Selain itu menurut Erry pansel masih terus berupaya agar calon ketua KPK terpilih akan menjabat selama empat tahun. Pansel yang dipimpin oleh Kemenkumham Patrialis Akbar akan segera bertemu DPR setelah melewati reses.

"Kasihan kalau hanya menjabat untuk satu tahun saja. Kalau untuk empat tahun ini malah bagus, satu orang calon ketua KPK ini dibimbing oleh keempat pimpinan lainnya. Sedangkan saat 2011 nanti, keempat pimpinan KPK yang baru dapat dibimbing oleh ketua KPK yang lama," ucapnya.

Saat ini proses penseleksian calon ketua KPK baru mencapai tahap meminta masukan dari masyarakat. Erry tidak hafal berapa jumlah masukan yang telah masuk ke pansel, namun berdasarkan laporan sementara dari sekretariat pansel, masukan yang ada berupa dukungan maupun black campaign.

"Kita akan cek kebenaran masukan dari masyarakat. Masukan yang sehat tentu akan kita terima, namun kita terus waspadai black campaign. Masukan masyarakat yang mempunyai data lengkap dan bisa diverifikasi akan kita lanjutkan," ujarnya. (hs)

Laporan: Iwan Kurniawan | Bandung



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ