Korupsi

Seleksi Calon Bos KPK, Pansel Gandeng UI

Peserta boleh membawa laptop dan buku referensi. Tapi laptop itu harus kosong

Rabu, 21 Juli 2010, 12:42 WIB
Arry Anggadha, Anggi Kusumadewi
Seleksi Calon Pimpinan KPK (Antara/Fanny Octavianus)

VIVAnews - Ketua Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Patrialis Akbar, menyatakan akan menggelar evaluasi final terhadap masukan masyarakat pada tanggal 27 Juli ini. Selanjutnya, Pansel menjalin kerja sama dengan Universitas Indonesia untuk menyeleksi ke-145 calon pimpinan KPK yang telah mendaftar.

Kerja sama dengan UI tersebut dilakukan dalam hal penilaian terhadap makalah yang wajib disusun oleh para kandidat. "Pada tanggal 28 Juli, ke-145 calon akan menyusun makalah on the spot di Kemenkumham," ujar Patrialis sebelum rapat dengan Komisi III, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 21 Juli 2010.

Patrialis menjelaskan, tema makalah akan diberikan di tempat, sehingga para calon tidak mengetahui materi yang akan diujikan sebelumnya. "Peserta boleh membawa laptop dan buku referensi. Tapi laptop itu harus kosong. Waktu maksimal penyusunan makalah ialah empat jam. Namun boleh saja bila sudah selesai sebelum itu," kata Patrialis.

Selanjutnya, seluruh berkas makalah itu akan diserahkan ke UI untuk dievaluasi dan diperiksa selama lima hari. "Nama peserta akan kami potong supaya penilai tidak subyektif," tutur Patrialis. Dari evaluasi terhadap makalah itu, nantinya akan ada sejumlah calon yang gugur, sehingga calon yang masuk ke tahap selanjutnya akan menyusut jumlahnya.

Di tahap selanjutnya, peserta yang lolos akan menghadapi wawancara. Seusai wawancara, Pansel KPK akan menerjunkan tim untuk melakukan investigasi lapangan guna menyelidiki latar belakang dan reputasi masing-masing kandidat. "Harus dicek kebenaran data tentang masing-masing kandidat," tutup Patrialis.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
muhammad fauzi firmansyah
21/07/2010
Pak Menteri, mungkin maksudnya menggandeng UI, para alumnusnya yang koruptor, contoh : Mantan Guru Besar UI ,Prof Nazarudin Syamsudin. yang jadi pertanyaan mengapa mengajak UI, fungsinya apa ? kenapa hanya UI yang digandeng ? masih banyak universitas/Inst
Balas   • Laporkan
muhammad fauzi firmansyah
21/07/2010
Pak Menteri, mungkin maksudnya menggandeng UI, para alumnusnya yang koruptor, contoh : Mantan Guru Besar UI ,Prof Nazarudin Syamsudin. yang jadi pertanyaan mengapa mengajak UI, fungsinya apa ? kenapa hanya UI yang digandeng ? masih banyak universitas/Inst
Balas   • Laporkan
muhammad fauzi firmansyah
21/07/2010
Pak Menteri, mungkin maksudnya menggandeng UI, para alumnusnya yang koruptor, contoh : Mantan Guru Besar UI ,Prof Nazarudin Syamsudin. yang jadi pertanyaan mengapa mengajak UI, fungsinya apa ? kenapa hanya UI yang digandeng ? masih banyak universitas/Ins
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ