Korupsi

Usut Rekening Polri, Perlu KPK dan Kejaksaan

"Ini juga penting untuk memperbaiki citra kepolisian."

Sabtu, 24 Juli 2010, 13:53 WIB
Antique, Agus Dwi Darmawan
Polri Klarifikasi Rekening Gemuk (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menyarankan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung ikut serta dalam pemeriksaan rekening gendut di kepolisian.

"Ini penting, agar pemeriksaan yang terkesan tertutup itu tidak terjadi. Selain itu, ini juga penting untuk memperbaiki citra kepolisian," ujar Bambang yang menanggapi adanya kesan tertutup pemeriksaan rekening para perwira polisi, di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu 24 Juli 2010.
 
Seperti diketahui, lanjut Bambang, bahwa selain kepenegak hukum, Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga selalu memberikan laporan hasil analisis transaksi mencurigakan ke kejaksaan.
 
Soal data rahasia, kata Bambang, kerahasiaan itu harus selalu dijaga. "Saat ini dari 23 rekening, 17 diantaranya sudah dinyatakan clear," ujarnya.
 
Namun, ia menuturkan, terkait pemeriksan internal, KPK dan kejaksaan juga bisa masuk untuk menyaksikan pemeriksaan itu.
 
Bambang sendiri cukup meyakini bahwa penyampaian hasil pemeriksaan dan sekaligus klarifikasi oleh Polri ke publik akhir pekan lalu, sudah cukup menjelaskan tentang harta dan jumlah rekening di perwiranya. "Karena disitu ada Irjen," kata dia.
 
Sedangkan soal nama siapa saja yang terindikasi, ia mengatakan tidak perlu disebut karena itu semua dilindungi oleh undang-undang.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
arif.bernadi
26/07/2010
Di Indonesia ini penuh dagelan. Segalanya bisa terjadi. Rekening gendut diributkan orang banyak tapi si empu rumah tenang2 saja menanggapinya. Yang berteriak entah dgn tulus meneriakan kebenaran atau hanya mencari sensasi sesaat hanya ybs yg tahu. Jadi ma
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ