VIVAnews - Panitia seleksi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggelar rapat pleno untuk membahas hasil seleksi makalah kompetensi. Rencananya, pleno akan digelar 30-31 Juli di Hotel Santika, Jakarta, setelah tim independen selesai melakukan penilaian.
"Besok pansel akan rapat dari pagi sampai malam untuk membahas soal seleksi makalah," ujar Sekretaris Pansel Ahmad Ubbe kepada wartawan, Jakarta, Kamis 29 Juli 2010.
Penilaian, ujar Ubbe, dilakukan secara profesional dengan melibatkan 12 akademisi yang memiliki spesifikasi ilmu hukum dari Universitas Indonesia (UI). Kemudian hasil kerja tim independen akan dilaporkan ke pansel.
Ubbe menjelaskan, dalam prosedur penilaian, tim independen dan pansel akan memberlakukan sistem rangking. Selain itu, nama calon yang tertera di lembar makalah akan digunting dan digantikan dengan nomor.
Sehingga, baik tim independen maupun pansel tidak mengetahui siapa nama bakal calon Pimpinan KPK yang makalahnya tengah diperiksa.
"Semua makalah diguting oleh sekretariat dan diganti dengan nomor baru, paper itu yang diperiksa oleh Tim Independen dan hasilnya akan dibawa ke rapat pleno Pansel KPK, semua anonim, Pansel pun tidak tahu siapa pemilik makalah tersebut," paparnya.
Hasil penilaian lolos tidaknya calon akan diumumkan secara luas melalui media massa nasional pada tanggal 2 Agustus 2010 mendatang.
Seleksi pimpinan KPK saat ini adalah untuk mencari pengganti Antasari Azhar. Antasari diketahui diberhentikan tetap sebagai Ketua KPK karena terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan berencana.