Korupsi

LPS: Mana Mau Orang Beli Bank Mutiara

Logikanya, tak ada yang mau beli bank Rp6,7 triliun, namun bermodal kurang Rp1 triliun.

Jum'at, 30 Juli 2010, 18:33 WIB
Heri Susanto, Nur Farida Ahniar
Bank Mutiara (ANTARA)

VIVAnews - PT Bank Mutiara Tbk belum juga mendapat investor yang serius ingin membeli bank tersebut. Hal itu dikarenakan secara perhitungan bisnis, sulit untuk menjual bank seharga Rp6,7 triliun.

"Secara resmi belum ada yang menawar Bank Mutiara, ada yang bertanya, konsultasi, namun secara resmi belum ada," kata Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta Jumat 30 Juli 2010.

LPS kini menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali bank yang dulunya bernama Bank Century. Bank ini diambil alih oleh LPS mewakili pemerintah pada November 2008 setelah runtuh diterjang krisis dan penyimpangan oleh manajemen lama.

Menurut Heru, untuk mencapai harga di atas Rp6,7 triliun saat ini masih sulit. Hal ini dikarenakan nilai aset bersih masih di bawah Rp 1 triliun. Laba Bank Mutiara sekitar Rp250 miliar, ditambah dengan modal sebesar Rp600 miliar jika dijumlah hanya Rp850 miliar.

"Mana mau orang membeli Rp6,7 triliun. Secara logika tidak ada yang mau membeli bank dengan modal kurang Rp1 triliun tapi dihargai Rp6,7 triliun," kata dia.

Dia berharap kinerja Bank Mutiara terus membaik, baik dalam hal profitabilitas dan nilai aset. Dengan demikian, harga Bank Mutiara bisa tinggi dalam lima tahun ke depan. Sesuai aturan, Bank Mutiara harus dijual dalam waktu 3 tahun dan bisa di tambah 2 tahun dengan harga minimal Rp6,7 triliun.

"Jika tidak maka harus dijual dengan penawaran harga tertinggi," ujarnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
nur
25/08/2010
Itu kan yg dinamakan merugikan negara? Apa otaknya dah BOLONG MELOMPONG semua shg dikatakan tidak ada kerugian negara?
Balas   • Laporkan
Teguh
18/08/2010
lha.... apa ini bukan bukti bahwa telah terjadi kerugian negara?????
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ