VIVAnews - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyayangkan tudingan Jimly Asshiddiqie yang sebelumnya menilai ICW tidak melakukan metode penilaian secara profesional dalam menelusuri data para calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kami kaget mendengar itu," ujar peneliti ICW Febri Diansyah usai menyerahkan hasil investigasi bakal calon pimpinan KPK ke Panitia Seleksi di gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin 16 Agustus 2010.
Dalam melakukan penelusuran, kata Febri, ICW menurunkan tim investigator yang bertugas memantau dan mewawancarai pihak yang terkait dengan calon. "Bisa wawancara keluarganya, saudaranya, orang dekatnya, tetangga atau stafnya. Kami juga tanya pekerjaannya. Dari sana kami bisa tahu kasus-kasusnya," papar Febri.
Karena itu, dia menyayangkan, pernyataan tersebut keluar dari mulut mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu. Padahal menurutnya, sebagai pejabat publik dan calon pejabat lembaga pemberantasan korupsi, tidak perlu menutup diri.
"Secara personal, Pak Jimly baik. Tapi ini kaitannya dengan pemberantasan korupsi. Justru aneh, kalau ada pejabat publik yang resisten," jelasnya. ICW sebelumnya menemukan 28 masalah pada 7 pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Salah satu calon juga dikatakan Febri, diketahui pernah menerima Dana Abadi Umat (DAU) tahun 2000 untuk melaksanakan ibadah umroh. "Kita kan menyebut semua kasusnya. Yang lain juga kami sebut nama dan kasusnya," jelasnya.
Sebelumnya, salah satu calon, Jimly Asshiddiqie menyatakan tidak keberatan dengan diungkapnya sejumlah "cacat" calon pimpinan KPK oleh ICW. Namun, Jimly mempertanyakan metode investigasi yang dilakukan ICW. "ICW kurang profesional. Dia hanya melihat dari Google sudah dapet datanya," kata Jimly.
ternyata ICW juga punya agenda untuk meloloskan jagonya, dan jagonya itu hanya satu atau malah tidak disebut sama sekali kelemahannya...tak kirain ICW itu jujur ternyata bermain juga...
Bagi saya pengabdian Jimly (mantan MK), Muqaddas (KY), wayan (DPD), sudah cukup, sebaiknya beri kesempatan orang lain yang tidak pernah di Kepoliisian, kejaksaan, MK, KY dan DPD untuk mengabdi di negara ini.
Betul, FAKTANYA febridiansyah memang demikian membuat releas pers tanpa konfirmasi dan klarifikasi, hanya berdasarkan data sekunder langsung disampaikan dalam ranah publik, bukankah ini berbau FITNAH....tanggung sendiri dosanya, kalau masih percaya dosa.
"Kami kaget mendengar itu," ujar peneliti ICW Febri Diansyah ...
"Secara personal, Pak Jimly baik.
Kesimpulan: Pak Jimly itu orangnya baik sekaligus mengagetkan.