Korupsi

Jimly: Saya Tak Butuh Dukungan ICW

"ICW ini agak manja dan agak nakal."

Kamis, 19 Agustus 2010, 22:44 WIB
Amril Amarullah, Anggi Kusumadewi
Jimly Asshiddiqie (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Kandidat pimpinan KPK Jimly Asshiddiqie menyatakan dirinya tidak memerlukan dukungan Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk lolos menjadi pimpinan KPK.

"Misal lulus ya Alhamdulillah, tidak lulus ya tidak apa-apa," kata Jimly di sela-sela Seminar Nasional Peringatan Hari Konstitusi di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis 19 Agustus 2010.

"Saya juga tidak merasa perlu mendapat dukungan dari ICW. Apalagi ICW ini agak manja dan agak nakal," timpal Jimly tanpa menjelaskan maksud perkataannya itu lebih jauh lagi.

Meski demikian, apapun itu, Jimly menegaskan bahwa ia bersedia membantu ICW untuk memperkuat masyarakat sipil di tanah air.

Sebelumnya ICW membeberkan 'cacat' kandidat pimpinan KPK kepada Pansel. Daftar cacat itu didapat setelah ICW melakukan investigasi rekam jejak terhadap tujuh calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun Jimly 

Sementara beredarnya isu santer yang menduga-duga bahwa keberadaan dirinya sebagai kandidat pimpinan KPK merupakan titipan dari pihak-pihak tertentu seperti Presiden, Jimly menanggapinya dengan ringan.

"Saya sendiri malah tidak tahu siapa-siapa saja yang nitip. Tapi semakin banyak yang nitip, justru semakin bagus. Kalau yang nitip koruptor, itu baru masalah," ujar Jimly.

Seperti diketahui, Jimly merupakan satu dari tujuh calon pimpinan KPK yang lolos ke tahap akhir seleksi, yakni uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Adek Yarfan, SH,MH
30/08/2010
harapan saya Ketua KPK terpilih saat ini harus mampu bekerja dengan sebaik-baiknya, artinya tidak boleh ada intervensi politik dan hukum lainnya agar bangsa ini menjadi baik ekonominya dimasa datang.
Balas   • Laporkan
agus
22/08/2010
PROF. DR. JIMLY ASHIDIQIE, SH Lahir di Palembang 17 April 1956, berumur 54 tahun saat mendaftar sebagai calon pimpinan KPK. Bekerja sebagai tenaga pengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Dewan Etik Ko
Balas   • Laporkan
jatim
20/08/2010
alaaaah.. jim..jim.. sudahlah ente dirumah atau ngajar saja.. lembaga dipimpin orang kayak ente malah amburadul.. ente bisanya serobot ide orang, congkak pula....
Balas   • Laporkan
pengamat
20/08/2010
layak atau tidak, tak perlu komentar, anda buktikan saja, tak ada jaminan saat anda menjabat, KPK akan lebih baik, bisa saja anda lakan membuat lebih buruk.. jadi tak perlu sombong atas kelayakan anda
Balas   • Laporkan
Ahmad Munir
19/08/2010
Pak Jimly, the best. Maju terus prof, mahasiswa UI dukung bapak. Okeh
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ