Korupsi

Marwan Effendi: Jaksa Cocok Pimpin KPK

"Bahaya itu. Bisa dibohongi penyidik, penuntut umum," kata Marwan.

Jum'at, 20 Agustus 2010, 15:47 WIB
Arry Anggadha, Fadila Fikriani Armadita
Sutan Bagindo Fahmi (http://antikorupsi.org/)

VIVAnews - Kontroversi terkait siapa yang paling pantas menduduki ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergulir. Unsur Jaksa dan Polisi paling banyak ditentang untuk menduduki jabatan bos KPK.

Jaksa Agung Muda Pengawasan, Marwan Effendi, menilai calon dari latar belakang jaksa paling pantas menggantikan posisi Antasari Azhar sebagai Ketua KPK. "Daripada orang yang belum tahu rimbanya," kata Marwan, di Kejaksaan Agung, Jumat 20 Agustus 2010.

Terlebih lagi, kata Marwan, si calon belum pernah pegang perkara atau mengikuti persidangan. "Bahaya itu. Bisa dibohongi penyidik, penuntut umum," imbuh Marwan.
  
Terkait keraguan masyarakat terhadap jaksa Sutan Bagindo Fachmi, Marwan enggan berkomentar. "Kepala sama hitam, rambut boleh sama hitam tapi hati lain-lain. Jangan samakan Fachmi dengan Antasari," kata dia.

Marwan yakin, Fachmi mampu membersihkan institusi kejaksaan. "Saya juga sekarang sedang membersihkan toh. Apalagi kalau Fachmi ada di sana, nanti kita bisa kerjasama," ujarnya. "Tenang-tenanglah pokoknya, ada Fahmi bereslah negara ini." (umi)

Sebanyak tujuh calon lolos ke tahap wawancara seleksi pimpinan KPK. Mereka adalah mantan Direktur Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung Sutan Bagindo Fahmi, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, Irjen Pol. (purn) Chaerul Rasjid, advokat Melli Darsa, Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqoddas, Ketua Kaukus Antikorupsi DPD RI I Wayan Sudirta, dan advokat Bambang Widjojanto.

Sejumlah lembaga seperti ICW mengungkap cacat para calon. Para LSM itu juga berharap calon yang terpilih bukan berasal dari unsur kepolisian atau jaksa. Mereka menilai, kasus-kasus mafia hukum yang terungkap saat ini justru berasal dari dua institusi tersebut.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Dedi Suryadi
27/08/2010
Ujian itu berlaku bagi pelaku kebajikan, bukan pelaku kejahatan. Yg jelas itu hukuman atas kejahatan....bukan ujian!
Balas   • Laporkan
bakar ba'asyir
26/08/2010
setuju...supaya jumlah jaksa yg ketangkap ngga tambah banyak......he5
Balas   • Laporkan
liem
26/08/2010
percaya ama jaksa jadi ketua KPK???ndak lah yoooooo.......
Balas   • Laporkan
liem
26/08/2010
percaya ama jaksa jadi ketua KPK???ndak lah yoooooo.......
Balas   • Laporkan
victor irianto
25/08/2010
dengan majuNya unsur jaksa di KPK, menurut saya. itu sangatlah positive sebab pencitraan institusi kejaksaan saat ini sedang teruji. jadi ... mampu kah, bang marwan effendi dan bang fachmi mewujudkan hal tersebut. mari, kita ikuti bersama kawan. >LP2AD
Balas   • Laporkan
wong
20/08/2010
"Bahaya itu. Bisa dibohongi penyidik, penuntut umum," imbuh Marwan. Berarti penyidik & penuntut umum tukang bohong dong?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ