Korupsi

Hukuman Tak Bikin Jera, Miskinkan Koruptor

ICW bakal meminta agar ketentuan remisi dan grasi tidak diberikan kepada pelaku korupsi.

Minggu, 22 Agustus 2010, 13:33 WIB
Arry Anggadha, Syahid Latif
Syaukani Hasan Rais (sensorhukum.blogspot.com)

VIVAnews - Indonesia Corruption Watch (ICW) menganggap pemberian remisi untuk pelaku korupsi Aulia Pohan dan grasi kepada Syaukani tidak logis. Pemberian keringanan hukuman itu dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

Untuk itu, ICW bakal meminta agar ketentuan remisi dan grasi tidak diberikan kepada pelaku korupsi. Lebih jauh, pihaknya mengusulkan agar ke depan hukuman yang diberikan kepada pelaku korupsi adalah pemiskinan.

"Sekarang bukan tempatnya lagi mempertanyakan remisi dan grasi bagi koruptor karena hukuman yang ada pun tidak memberikan efek jera," ujar Aktivis ICW Donal Fariz di kantornya, Jalan Kalibata, Jakarta, Minggu 22 Agustus 2010.

Menurut Donal, pemberian grasi kepada Syaukani tidak logis dan tidak sesuai ketentuan hukum. Pasalnya sejak ditahan tahun 2008, Syaukani sudah mengajukan surat permohonan grasi sebanyak 3 kali kepada presiden.

Sesuai ketentuan yang ada, permohonan grasi baru bisa diajukan dua tahun setelah penolakan permohonan yang pertama. "Harusnya Syaukani yang ditahan tahun 2008 baru bisa mengajukan kembali pada tahun 2010. Tapi menurut Mensesneg sudah ada tiga kali surat permohonan dari Syaukani," kata Donal.

Kejanggalan juga ditemukan pada pemberian remisi yang diberikan kepada besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Aulia Pohan sehingga menuntut aparat penegak hukum untuk memberikan penjelasan.

"Ini menimbulkan banyak pandangan dan keraguan masyarakat terhadap upaya SBY memberantas korupsi," kata Donal "Pemberian Grasi tidak tepat dan seperti muncul kesan ada obral grasi dan remisi dari SBY."

Pemiskinan Koruptor

Untuk itu, ICW menganggap hukuman yang tepat bagi koruptor adalah konsep pemiskinan. Konsep ini setidaknya bisa sedikit memberikan efek jera bagu masyarakat yang berani mencoba-coba melakukan tindak pidana korupsi.

Selama ini, kata Donal, pelaku korupsi masih bisa hidup enak dengan tetap menikmati fasilitas yang dimilikinya. Selain itu keluarga koruptor juga masih bisa menikmati fasilitas kemewahan kendati pelaku ditahan di penjara.

"Konsep ini memang pernah digulirkan tapi tidak pernah ada realisasi konkrit," katanya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Dodoy
23/08/2010
Yah..presidennya kan sekarang gak jauh beda ama ' kerbau ' jadi menurut dia korupsi perlu diampunin juga...
Balas   • Laporkan
syaukani pohan
22/08/2010
hukuman mati lebih tepat pemiskinan akan sulit dilaksanakan karena akan mengaitkan dengan pihak2 instansi lain lagi, misal : perbankan, BPN dll Karena terkait dengan aset si koruptor
Balas   • Laporkan
berani karena benar
22/08/2010
kasian si abah, gini lho salah satu kelebihan manusia itu punya akal budi,kalo nggak dipake ya nggak ada bedanya sama mahkluk lainnya,,masa udah bisa pake internet nggak bisa bedain bener atau salah,makanya cari duit yg halal dong,,malu2in aj
Balas   • Laporkan
jeki
22/08/2010
coba tanya ama anisa pohan,barangkali dia lbh tau. yg jelas,sepertinya kekeluargaan sby tinggi bngt. cucu mereka kan malu punya kakek 1 presiden 1 koruptor.apa kata teman sekolahnya klo udah gede??
Balas   • Laporkan
Abah S
22/08/2010
ach, baiarin aja wong kalau ada kesempatan aku juga pengin korupsi kok . Aku dipenjara tapi anak istriku hidup mewah dg deposit puluhan/ratusan M. itu Tugas Suami kaaaaan, lha kalau hukuman diperberat nanti aku gimana? nda kebagian kue koru.anak2ku mlarat
Balas   • Laporkan
Ki Sanak
22/08/2010
boleh deh pemiskinan tuh tapi jangan sampai mendzolimi mereka juga jangan melampaui batas.. :)
Balas   • Laporkan
harbata
22/08/2010
boleh juga usul ICW,bisa juga di kasih denda 10 kali lipat contohnya korupsi 1M harus bayar uang pengganti 10M,biar keluarga yang korupsi jadi miskin dan punya rasa malu..,bisa juga keluarga terlibat korupsi tidak boleh ada keluarganya jadi PNS.
Balas   • Laporkan
igor
22/08/2010
Hahahahah....itulah SBY yang sebenarnya...saya tidak akan menafsirkan apa2 tentang SBY silahkan masyarakat tafsirkan sendiri....!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ