Korupsi

Erry: Tak Masuk Akal, SBY Beri Grasi Koruptor

Langkah SBY kurang bijak di tengah penggalakan pemberantasan korupsi.

Minggu, 22 Agustus 2010, 17:41 WIB
Arry Anggadha, Fadila Fikriani Armadita
Erry Riyana (daylife.com)

VIVAnews - Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Erry Riyana Hardjapamekas, punya pendapat sendiri soal pemberian remisi, grasi, asimilasi yang diberikan presiden kepada koruptor.

"Tidak masuk akal menurut saya," kata Erry, usai pembacaan petisi Selamatkan Polri, di halaman gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Minggu 22 Agustus 2010.

Langkah presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut dinilai Erry kurang bijak. "Apalagi sekarang sedang menggalakkan pemberantasan korupsi," ujar Erry memberi alasan.

Disinggung alasan kemanusiaan, Erry melihat rasa kemanusiaan juga harus dipertimbangkan secara lebih luas. "Rasa kemanusiaan yang sama juga harus dipertimbangkan, bagi rakyat yang lebih luas," ujar Erry.

Dia melihat keadilan masyarakat luas tercederai dengan adanya pengampunan kepada koruptor. "Keadilan satu dua orang jadi lebih penting dari pada keadilan masyarakat luas," pungkasnya. (hs)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
petani_kutho
17/11/2010
pak SBY tidak komitmen pada pemberantasan korupsi..
Balas   • Laporkan
Jimmy
14/09/2010
Masyarakat yang selama ini taat bayar pajak, seperti saya bertahun-tahun tidak pernah terlambat bayar Pajak Kendaraan bermotor, PLN, Telepon dan nggak pernah melanggar hukum koq nggak pernah dapat remisi pajak.
Balas   • Laporkan
muhammad fauzi firmansyah
23/08/2010
efek 2014, syaukani sebagai tokoh senior golkar dikaltim akan memberikan suaranya ke golkar, dan partai demokrat menjadi yang no.1 di Indonesia terutama di kalimantan timur, sedangkan golkar suranya semakin mengecil hanya 2,5% tak lolos electrolal 5%.bye
Balas   • Laporkan
setuju
22/08/2010
dengan kata lain, SBY tidak punya akal alias ....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ