Korupsi

Robert Tantular: Misbakhun Korban Politik

"Saya sendiri juga bingung mengenai L/C kenapa dinyatakan fiktif."

Rabu, 25 Agustus 2010, 13:19 WIB
Umi Kalsum, Suryanta Bakti Susila
Politisi PKS Mukhamad Misbakhun (VIVAnews/Anggi Kusumadewi)

VIVAnews - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang lanjutan kasus dugaan pemalsuan dokumen dengan terdakwa anggota DPR Mukhammad Misbakhun.

Sidang kali ini menghadirkan tiga saksi, mantan pemilik Bank Century Robert Tantular, Dirut Bank Century Hermanus Hasan Muslim, dan Amhar Setiawan, konsultan PT Selalang Prima Internasional, milik Misbakhun.

Dalam kesaksiaannya Robert mengaku tidak kenal dengan Misbakhun atau pun Franky Ongko, Direktur Selalang. "Cuma kenal di koran," kata Robert di PN Jakpus, Jakarta, Rabu Agustus 2010.

Saat bersaksi Robert membantah ada letter of credit (L/C) fiktif. Dia juga membantah kesaksian salah satu pengurus bank yang sudah berganti nama itu, Linda Wangsa Dinata. Pada sidang sebelumnya, Linda menyatakan, Robert mengintervensi proses pemberian persetujuan plafon L/C untuk Selalang.

"Saya tidak pernah ditelepon Franky atau Misbakhun, kenal juga  tidak. Saya ditahan 25 November 2008. Setahu saya, yang kasus Misbakhun bukan L/C fiktif . L/C-nya ada, sudah jatuh tempo, diakui gagal bayar tapi telah direstrukturisasi," kata Robert.

Usai Robert bersaksi, hakim memberi kesempatan kepada Misbakhun untuk bicara. Kesempatan itu tak disia-siakan Misbakhun. Dia langsung berkata kepada Robert, bahwa ia dituduh bersekomplot dengan Robert dan membuat permufakatan jahat. "Saudara menyatakan tidak pernah kenal, apakah kita pernah rapat," tanya Misbakhun.

Ditanya seperti itu Robert mengatakan, tidak pernah bertemu dengan Misbakhun. Ditanya lagi, apakah Robert pernah disidang terkait L/C, Robert mengaku tidak pernah.

Dia disidang hanya untuk kasus yang lain. "Saya sendiri juga bingung mengenai L/C kenapa dinyatakan fiktif, saya rasa Bapak korban politik. saya mohon yang mulia mempertimbangkan fakta yang ada," kata Robert kepada ketua majelis hakim Pramudana Kusumah.

• VIVAnews
Rating
Komentar
rakyat
15/09/2010
maju terus pak misbakhun... rakyat tahu kok mana yg busuk mana yang tidak
Balas   • Laporkan
prayitno
14/09/2010
Saya salut sama pak misbakhun....kotor dan keji amat pemerintah ini ya...... menari diatas tangis orang lain..... Hidup Misbakhun dan lanjutkan perjuanganmu..... rakyat slalu dibelakangmu........
Balas   • Laporkan
Gagak Rimang
14/09/2010
Sebenarnya publik dah tahu, jd ya... rahasia umum namanya. Cuma pada ndablegnya itu lho ga tau malu....
Balas   • Laporkan
bambang
11/09/2010
udah enak jadi pns keluar, jadilah nasibmu seperti ini, apeess korban politik....!!!
Balas   • Laporkan
Om Sammy
25/08/2010
pak misbakhun ini orang demokrat bukan sih? Kalo bukan ya taulah kita...................
Balas   • Laporkan
bruno
25/08/2010
Selamat kepada Pak SBY atas semua konspirasi ini, Anda betul-betul pemimpn sejati!
Balas   • Laporkan
huant
25/08/2010
kalo memang benar pernyataan robert tantular, kasihan bener pak misbakhun.....jadi korban Century. sedang orang yg makan duit Century malah pada cengengesan duduk empuk di pemerintahan
Balas   • Laporkan
wong ndeso
25/08/2010
tuh namanya politik transaksional ..
Balas   • Laporkan
eman
25/08/2010
Kasihan deh om
Balas   • Laporkan
Tjahya
25/08/2010
ini kan akal-akalan orang di sekitar SBY, yg cari muka seolah-olah di berjasa dan kelak akan beri jabatan / dipergunakan kembali jasanya. yah namanya politk POLITIK ITU KOTOR
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ