Korupsi

Patrialis Ikhlas Digebuki Soal Grasi Syaukani

Pemberian grasi kepada Syaukani dinilai sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Rabu, 25 Agustus 2010, 15:02 WIB
Umi Kalsum, Aries Setiawan
Patrialis Akbar (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Patrialis Akbar merasa diserang akibat pemberian grasi kepada mantan Bupati Kutai Kartanegara Syaukani Hasan Rais oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Padahal ia menilai pemberian grasi tersebut sudah tepat, terutama dari sisi kemanusiaan.

"Saya juga kadang-kadang prihatin. Sekarang sudah mulai saya digebukin. Tapi gak apa-apalah, saya ikhlas saja. Karena kita lakukan ini secara kemanusiaan," ujar Patrialis di gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu 25 Agustus 2010.

Ia menghormati, perbedaan cara pandang setiap orang dalam pemberian grasi itu. Namun, dia menegaskan, pemberian grasi kepada Syaukani itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Pengamat dengan kita berbeda. Kalau cara pandangnya beda, apapun yang disampaikan tidak bisa masuk," ungkapnya.

Mantan politisi Partai Amanat Nasional ini mengungkapkan, yang terpenting dirinya bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Gak apa-apa gebukin saja, yang penting niat saya bela kemanusiaan," ucapnya.

Pemberian grasi kepada Syaukani dan remisi kepada sejumlah koruptor dilakukan bersamaan dengan HUT RI ke-65. Pemerintah beralasan pemberian grasi atas dasar kemanusiaan mengingat Syaukani yang kini terbaring sakit. Syaukani terserang stroke sejak dua tahun lalu.

• VIVAnews
Rating
Komentar
asep.sepi
06/09/2010
woii, koruptor seharusnya dibiarin membusuk disel tahanan, waktu mereka korupsi, apa inget sama anak2 jalanan, panti2 jompo juga orng2 miskin yg ga bisa makan satiap hari..bodoh..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ