VIVAnews - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengirim Kartu Ucapan Idul Fitri atau Lebaran dengan niat murni menjalin silaturahim, sekaligus menyapa warganya yang ada di pelosok Jawa Barat yang mungkin belum disentuh teknologi, baik itu pesan singkat/SMS maupun email/Internet.
Dari jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 43 juta lebih dan tersebar luas di 26 Kabupaten/Kota, maka 450 ribu kartu yang dikirimkan hanya sekitar 1 persennya saja.
“Nilai rasa, perhatian, silaturahim, keakraban dan kebahagiaan tidak bisa dikalkulasi dengan rupiah. Saya yakin Kartu Ucapan Lebaran lebih mampu menghadirkan ruang visual dan ruang teks yang lebih dekat bagi Gubernur dalam menyapa warganya," kata Heryawan secara tertulis ke VIVAnews, Jumat 27 Agustus 2010.
"Sehingga pilihan mengirim Kartu Lebaran bukan hal yang salah. Mengirim pesan singkat atau SMS juga saya tempuh, apalagi jumlah kartu yang dikirim hanya 1 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat,” ujar Heryawan.
Meski hanya mengirim untuk 1 persen penduduk, satu perangko pengiriman bernilai Rp1.500 atau total Rp675 juta. Biaya mencetak kartu ini Rp700 juta.
Menurut Heryawan bukan hal yang dilarang jika seorang Gubernur yang dipilih langsung oleh rakyat, memilih cara berkomunikasi melalui kiriman Kartu Lebaran. Dengan cara itu, Gubernur ingin memperhatikan warganya melalui selembar ucapan permohonan maaf di hari yang istimewa, Idul Fitri 1431 Hijriyah.
Baginya, dengan Kartu Lebaran merupakan wujud penghargaan yang tinggi atas dukungan dan doa warga Jawa Barat atas tugas yang menjadi amanahnya. Sekaligus wujud komitmen dan tanggung jawab moral berbagi kebahagiaan di hari yang Fitri bagi warganya.
“Sentuhan yang lebih personal sebuah kartu ucapan mampu mewakili kehadiran seseorang, mewakili ungkapan hati, sekaligus mengobati kerinduan hati. Bahkan Sebuah kartu ucapan dapat memberi kehangatan dan mendekatkan hati,” tutur Heryawan yang diusung Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera itu.
Saya sudah muak dengan PKS yang katanya Amanah. 3 pemilu saya pilih PKS. Realitanya kader PKS banyak akal2an, banyak kasus. Di tinjau dari logika manapun, tidak benar kartu ucapan lbaran smahal itu. Apa si gub ni tidak punya kesibkan lain yg lebih penting
Pak gubernur, saya sangat setuju kalau kartu itu dibuat bukan dari uang rakyat.... Koq tega sih pak rakyat harus membayar untuk ucapan maaf bapak.... Jangan mengatasnamakan silaturrahmi pak untuk kepentingan pribadi.... Sayang kalau akhir nya seperti ini.
"Pak Gubernur" mumpung suasana lebaran minta maaf aja lagi, kalau memang terbukti uang rakyat yang dipakai buat cetak kartu lebaran. Rakyat paling mudah memaafkan koq daripada para Pejabat/Penguasa. Kesempatan Harga Diri belum Naik lho pa Ustad...haa...ha
Mudah2an musibah ini bukanlah teguran karena "kartu lebaran"
http://bandung.detik.com/read/2010/09/04/152535/1435029/486/polisi-segera-panggil-anak-sulung-ahmad-heryawan?g991102485
1,7 milyar mau bersaing dengan 1,3 triliun yang mau digunakan DPR RI berdalih membangun gedung baru.
Jadi para koruptor di negeri kita, bukan saja sudah membudaya, tapi bersaing dan menajdi tranded para elit penguasa; legislatif, yudikatif dan eksekutif