Korupsi
Agus Condro

KPK Asal "Tembak" di DPR, Koruptor Pasti Kena

Agus Condro membagi cerita seputar kelakuan tema-temannya di DPR.

Kamis, 2 September 2010, 10:22 WIB
Ita Lismawati F. Malau
Agus Condro (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 26 mantan anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR periode 1999-2004 terkait aliran traveller cheque (TC) saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) tahun 2004. Salah satunya adalah Agus Condro.

Nama Agus Condro jadi perbincangan saat kasus ini mucul pertama kali. Secara blak-blakan dia mengaku telah menerima Rp500 juta usai pemilihan deputi senior yang akhirnya dimenangi Miranda Swaray Goeltom. Selain itu, dia pun menyebut rekan-rekannya di Fraksi PDIP yang disinyalir menerima dana yang sama.

"Sejak awal saya menyampaikan kasus ini ke KPK, saya menyadari resikonya, termasuk suatu ketika jadi tersangka," kata Agus dalam perbincangan dengan VIVAnews, Kamis 2 September 2010.


Dia mengaku ikhlas dengan semua yang terjadi pada dirinya. "Mungkin KPK ingin memberikan terapi bagi DPR sebagai efek jera. Supaya anggota DPR yang sekarang ini tidak mengkomoditaskan jabatannya demi keuntungan material," kata dia.

Apakah separah itu kelakuan anggota DPR? "Banyak anggota DPR yang seperti itu, meski ada juga yang tidak," kata dia.

Bahkan, kata dia, ada anggapan bahwa DPR itu seperti hutan belantara para koruptor. "Kalau KPK (dan penegak hukum lainnya) mau menangkap koruptor, asal nembak saja pasti kena kok," kata dia.

Pengalamannya sebagai legislator, mengkomoditaskan jabatan demi rupiah dilakukan sengaja dan tidak sengaja oleh rekan-rekannya. "Saya harap, DPR sekarang kerja yang benar, jujur dan tidak coba-coba lagi," kata dia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
markus longo
02/09/2010
memang parah neh mental anggota dewan kita,kalo asal tembak saja kena,ayo KPK,sikat semua nggak pandang partai,sudah saatnya bangsa ini bebas dan bersih dari para benalu yang selalu menggerogoti APBN.
Balas   • Laporkan
doel sumbang
02/09/2010
kerja jadi babu tidaklah terhina.......itu lebih baik ketimbang koruptor..........
Balas   • Laporkan
2gino
02/09/2010
gANYANG HABIS KORUPTOR..... JANGAN RAGU..... SIAP2 YG LAIN.... TEMBAAAAK TERUS.....
Balas   • Laporkan
oki
02/09/2010
yang pantas diperangi itu koruptor bukan malaysia,koruptor yg bikin negara kita melarat sehingga kita cemburu sama negara tetannga yang maju....
Balas   • Laporkan
truthaddict
02/09/2010
sikat habis!
Balas   • Laporkan
M. Panjaitan
02/09/2010
asal tembak pasti kenak, sdh gawat nih para anggota yg terhormat itu, masihkah pantas kita sebut sebagai yg "terhormat" ???????? ayo KPK, libas semua koruptor yg ada di kantor yg terhormat itu !!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
WONGSAE
02/09/2010
DICARI....Anggota dewan seperti Agus Condro. Jantan, tanpa beban, mengakui perbuatan, tanpa kompromi,dan berani mengungkap kebenaran. Ayoo KPK masak kalah sama seorang Agus Condro. We need proof. OK???
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ