Korupsi

Tjahjo Kumolo Sedih 14 Kader Jadi Tersangka

"Fraksi kami tidak akan intervensi atas keputusan KPK."

Kamis, 2 September 2010, 10:41 WIB
Ismoko Widjaya, Mohammad Adam
Tjahjo Kumolo (Antara/ Rosa Panggabean)

VIVAnews - Sebanyak 14 anggota DPR periode 1999-2004 dari Fraksi PDI Perjuangan yang berada dalam Komisi Keuangan dan Perbankan menjadi tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia pada 2004. PDI Perjuangan terkejut dengan penetapan ini.

"Sebagai Ketua Fraksi, saya merasa kaget dan sedih atas keputusan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo dalam keterangan tertulis kepada VIVAnews, Kamis 2 September 2010.

Tjahjo merasa sedih dan terkejut atas putusan KPK yang serta-merta secara menyeluruh mengambil keputusan itu kepada seluruh anggota DPR Komisi IX saat itu. "Fraksi kami tidak akan intervensi atas keputusan KPK," kata Tjahjo.

Sebagai pimpinan fraksi, Tjahjo akan melayangkan sejumlah pertanyaan yang lebih merinci kepada KPK. Kepada mereka yang sudah ditetapkan menjadi tersangka, PDI Perjuangan akan memberikan bantuan hukum.

"Tentunya kami mempersiapkan tim hukum untuk mendampingi teman-teman kami dalam setiap proses di KPK," ujar pria yang juga menjadi Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini.

Berikut 14 anggota DPR 1999-2004 dari FPDIP yang menjadi tersangka:
1. Agus Condro Prayitno (ACP) Rp500 juta
2. Max Moein (MM) Rp500 juta
3. Rusman Lumbantoruan (RL) Rp500 juta
4. Poltak Sitorus (PS) Rp500 juta
5. Williem Tutuarima (WMT) Rp500 juta
6. Panda Nababan (PN) Rp1,45 miliar
7. Engelina Pattiasina (EP) Rp500 juta
8. Muhammad Iqbal (MI) Rp500 juta
9. Budiningsih (B) RP500 juta
10. Jeffrey Tongas Lumban (JT) Rp500 juta
11. Ni Luh Mariani Tirtasari (NLM) Rp500 juta
12. Sutanto Pranoto (SP) Rp600 juta
13. Soewarno (S) Rp500 juta
14. Matheos Pormes (MP) Rp350 juta



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
WongMeduro
03/09/2010
Sedih? Kalau memang salah? Ada yang lari ke partai? Saya setuju AC diringankan. Kalau tidak begitu, bagaimana orang lain akan membuka kasus2 korupsi lainnya? OK? Jangan2 PDIP akan kembali mengatakan bahwa SBY tebang pilih lagi.
Balas   • Laporkan
rizka
03/09/2010
kalau udah begini siapa yg mau percaya sama orang PDI, dipercaya sbg wakil rakyat ternyata juga melakukan hal2 yang tdk benar. kasihan kamu orang2 kecil
Balas   • Laporkan
rizka
03/09/2010
kalau udah begini siapa yg mau percaya sama orang PDI, dipercaya sbg wakil rakyat ternyata juga melakukan hal2 yang tdk benar. kasihan kamu orang2 kecil
Balas   • Laporkan
rahman
02/09/2010
buat apa bpk kumolo sedih nasib anggota anda seharusnya sedih nasib rakyat ini mayoritas miskin, pecat mereka semuanya tidak berguna sampah masyarakat penikmat uang rakyat tikus blangsak...
Balas   • Laporkan
saiful
02/09/2010
14??50% lebih koruptor nya berasal dari PDIP..bener2 kelewatan dah..mulai sekarang lebih baik fokus aja deh ma kader nya..gak usah ngeliat ato ngobok-obok partai lain..bener-bener deh..
Balas   • Laporkan
tuahmangasih
02/09/2010
MASING2 KITA INTROPEKSI DIRI, Jgn hanya bisa menghujat org lain. Mereka jg manusia biasa, klau kamu di posisi mereka ketika itu mungkin lebih 'gila' lagi. Aturan di negeri kita yg tdk jelas, kok ada peluang2 seperti itu ...
Balas   • Laporkan
lotse
02/09/2010
maling terik maling.......
Balas   • Laporkan
EGP
02/09/2010
BUKTIKAN KLO PDI-P TIDAK INTERVENSI KEPUTUSAN KPK, DAN BUKTIKAN DGN SEJUJUR-JUJURNYA KLO YG JADI TERSANGKA BENAR-BENAR TIDAK TERLIBAT. JANGAN DIAKALIN CARI CELAH AGAR YG JADI TERSANGKA BISA BEBAS TAPI BELUM BENAR-BENAR-BENAR TERBUKTI TIDAK TERLIBAT.
Balas   • Laporkan
agusta
02/09/2010
saatnya Ibu Mega dkk INSTROPEKSI DIRI... Ajarilah anak didik Ibu jadi Politikus pembela Rakyat, tapi yg terjadi sangat memalukan.... 14 orang Politikus PDIP jadi tersangka.. SANGAT MEMALUKAN...
Balas   • Laporkan
yulianto
02/09/2010
Dari dulu KPK lelet dan sudah ditulis ber-kali tuh PANDA dan EMIR tangkep e e e KPK takut repot rek, ayo sekarang sikat dan jangan lupa Tjahyo Kumolo sekalian dan itu PASTI .
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ