Korupsi
Kasus Suap BI

10 Kader Tersangka, Ini Sikap Golkar

Sejauh ini, DPP Golkar belum datang ke KPK untuk klarifikasi kasus itu.

Kamis, 2 September 2010, 21:21 WIB
Siswanto, Fadila Fikriani Armadita
Politisi Golkar, Priyo Budi Santoso (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Partai Golkar belum menyiapkan langkah konkrit terkait penetapan sepuluh mantan anggota DPR dari Partai Golkar menjadi tersangka dugaan kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom, pada 2004 lalu.

“Kami sabar dan tenang saja,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, di Jakarta, Kamis, 2 September 2010.

Namun, lanjut Priyo, DPP partai berlambang pohon beringin ini tetap memberi bantuan hukum bagi kadernya yang tersangkut masalah hukum.

Berbeda dengan PDI Perjuangan (14 anggotanya juga jadi tersangka kasus pemilihan Deputi Gubernur Senior BI) yang telah mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk klarifikasi, sejauh ini, kata Priyo, Golkar belum merencanakan hal yang sama. “Kami masih pada titik menghormati KPK,” katanya.

Lebih lanjut, Priyo menyatakan bahwa penetapan tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI oleh KPK ini murni untuk menjalankan misi pemberantasan korupsi di Tanah Air. “Bukan politisasi.” Sebab, katanya, lembaga antikorupsi itu selama ini tidak hanya menjerat penerima suap, tetapi juga pemberinya.

KPK telah menetapkan 26 tersangka dugaan kasus suap pemilihan Deputi Senior Gubernur BI. Sepuluh tersangka berasal dari Fraksi Golkar, 14 tersangka lainnya dari Fraksi PDI Perjuangan. Dan dua tersangka lagi dari Fraksi PPP.

KPK menyatakan para mantan anggota DPR itu melanggar ketentuan mengenai penyuapan yakni Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) kesatu Kitab Undang-undang Hukum Pidana

• VIVAnews
Rating
Komentar
one
03/09/2010
mmg agak aneh jg, knapa penyuapnya atau yg punya duit kok ada kabar britanya
Balas   • Laporkan
Marcus
03/09/2010
Ketahuan kadernya korup kok ngamuk? ya begini kalau sistem pengkaderan hanya berorientasi pada uang....sistemnya jg korup
Balas   • Laporkan
DENNY ALLONE
03/09/2010
suatu ujian besar bagi institusi kpk yang sedang berbenah dan juga bagi partai sekelas kakap ini yang terjerambab koupsi skala berat ketika sedang tergembosi yang ada,segera siapkan langkah hukum nasional dan segera rapatkan barisansiapkanpetujuk bgsemua.
Balas   • Laporkan
David Dong
03/09/2010
Akhirnya kita tau mana partai yang benar2 bekerja buat rakyat, thanks KPK
Balas   • Laporkan
Herdantri
02/09/2010
Mas Pri, buat apa Partai Golkar ngluruk ke KPK minta klarifikasi. Klarifikasinya nanti di pengadilan saja. Oh ya Mas Pri bilang KPK jangan tebang pilih. Saya masih percaya KPK Mas. Tapi saya tidak begitu percaya dengan politisi.
Balas   • Laporkan
markus longo
02/09/2010
kuharap KPK jangan cuma buat tersangka saja,tapi kalo benar mereka bersalah jebloskan semua kepenjara,tidak peduli dari partai manapun,bila perlu gantung semua,kami muak dengan semua anggota dewan yang cuma bisanya menjadi benalu di negeri ini.
Balas   • Laporkan
ALG
02/09/2010
this is a joke???
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ