Korupsi

PPP Bangga Kadernya Jadi Jaksa Agung

PPP klaim dua kadernya jadi jaksa agung, yakni Andi M Ghalib dan Baharuddin Lopa

Senin, 27 September 2010, 11:45 WIB
Arfi Bambani Amri
Gedung Kejaksaan Agung (VIVAnews/Maryadi)

VIVAnews - Ahmad Yani, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang duduk di Komisi Hukum DPR, menyatakan Jaksa Agung dari PPP adalah sejarah, yang diharapkan akan terulang lagi. PPP mengklaim dua kadernya pernah menjadi jaksa agung, yakni Baharuddin Lopa dan Andi M Ghalib. Menurut Ahmad Yani, kalau dari nonpartai adalah ahistoris. Justru yang ada dalam sejarah, kata dia, adalah jaksa agung yang berasal dari kalangan partai.

Menurutnya, Kejaksaan Agung sudah pernah memiliki pemimpin dari partai politik seperti Baharuddin Lopa dan Andi Ghalib. Keduanya berasal dari PPP, Lopa pernah menjabat Ketua Dewan Pakar PPP sementara Ghalib pernah menjadi anggota DPR dari PPP.

"Kalau selanjutnya Jaksa Agung dari PPP lagi, maka akan jadi historis," kata Yani tersenyum, saat ditemui menjelang rapat paripurna DPR, Senin 27 September 2010.

Yani juga menyampaikan, syarat-syarat apa yang diperlukan Jaksa Agung nantinya adalah, pertama, harus memiliki integritas. Kedua, harus menjaga jarak sehingga nanti bisa sewaktu-waktu ketika disuruh berhenti, dia siap berhenti.

"Berikutnya, dia menyelesaikan masalah-masalah yang kemarin belum selesai di Kejaksaan seperti perkara pidana yang SP3 atau perdata yang dikriminalkan," kata Yani.

"Lalu, terakhir, paling penting adalah Jaksa Agung harus menyiapkan peti mati untuk dirinya sendiri ketika dalam proses penegakan hukum ditemukan tindakan kongkalingkong dalam pelaksanaannya."

Andi M Ghalib adalah anggota DPR RI 2004-2009 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebelumnya, Ghalib yang kelahiran Bone ini adalah Jaksa Agung antara 1998-1999. Sebelum Jaksa Agung, Ghalib adalah Kepala Badan Pembinaan Hukum ABRI dan Oditur Jenderal ABRI.

Baharuddin Lopa dikenal sebagai Jaksa Agung yang hanya menjabat kurang dari sebulan karena meninggal dunia. Selama hidupnya, Lopa dikenal sebagai jaksa yang sederhana dan berani.(ywn)

Laporan Ajeng Mustika Triyanti



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
sht
02/10/2010
BUKAN PETI MATI SAJA YANG HARUS DISEDIAKAN, UANG YANG TERKORUP JUGA HARUS DIKEMBALIKAN, KAN PERCUMA KALAU HANYA DIBERHENTIKAN, KARENA UANG RAKYAT TETAP HILANG, MAKANYA BANYAK YANG BERANI KORUP KARENA HUKUMANNYA TERLALU RINGAN, PARA KORUPTOR TDK TAHU MALU!
Balas   • Laporkan
kaprol koprol
28/09/2010
setujuuuuuuu......pak lopa yes pak ghalib no.
Balas   • Laporkan
maarhalim
28/09/2010
Baharuddin Lopa patut dibanggakan. Namun Andi M Ghalib? Dia tidak pantas berasal dari pantai yang bergambar Ka'bah. Masih jauh lebih baik Hendarman Supanji.
Balas   • Laporkan
joko
27/09/2010
BAHARUDIN LOPA adalah jaksa agung yang mempunyai hati nurani
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ