VIVAnews -- Komisaris Jenderal Timur Pradopo, yang baru saja ditunjuk sebagai calon Kapolri memiliki kekayaan sebesar Rp2,1 miliar.
Total kekayaan mantan Kapolda Metro Jaya ini berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), per tahun 2008.
Sementara, data kekayaan terbaru berdasarkan data LHKPN tahun 2010 baru diterima KPK 3 September lalu dan masih diverifikasi.
Harta kekayaan Timur di bidang tanah atau bangunan sebesar Rp 1,384 miliar. Tanahnya tersebar di empat lokasi di daerah Tangerang. Tanah tersebut berasal dari warisan.
Luas masing-masing empat bangunan dan lahan itu adalah 405 meter persegi, 184 meter persegi, 84 meter persegi dan 89 meter persegi.
Untuk kendaraan, tercatat Timur memiliki empat buah mobil yang total keseluruhannya bernilai Rp 305 juta.
Mobil Timur yang pernah jadi Kapolres Jakarta Barat, terdiri dari Honda Accord tahun 1994, Honda CRV tahun 2001, Kijang Innova tahun 2004 dan Toyota Hardtop tahun 1980.
Untuk logam mulia, Timur memiliki senilai Rp 40 juta. Sedangkan untuk Giro, KPK mencatat kekayaan Timur sebesar Rp 371,1 juta.
Loyalis
Pengajuan Timur Pradopo sebagai calon kapolri jadi polemik. Sebab, penunjukkan Timur sebagai calon tunggal di hari yang sama dengan kenaikan pangkatnya sebagai bintang tiga. Timur yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dipromosikan menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam).
Padahal sebelumnya, Mabes Polri mengajukan dua nama sebagai Calon Kapolri pengganti Jenderal Bambang Hendarso Danuri, yaitu Komjen Nanan Sukarna dan Komjen Imam Sudjarwo.
Pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar mengatakan prestasi calon Kapolri Komjen Timur Pradopo tidak ada yang menonjol.
Menurut dia, selama menempati beberapa posisi sebagai Kepolres maupun Kapolda, Timur tidak berhasil menyelesaikan beberapa kasus. "Kan sudah teruji pada waktu menjabat Kapolres Jakarta Barat dalam mengamankan Pak Harto dalam kasus Trisakti," kata dia.
Dia mengatakan, yang menonjol dari sosok Timur adalah loyalitas.
Timur, kata dia, dikenal mempunyai loyalitas yang tinggi pada pimpinan. Apalagi, kata dia, pada pimpinan negara.
"Inilah barangkali yang jadi pertimbangan SBY, karena apapun juga kapolri harus mengamankan kebijakan-kebijakan presiden," kata dia. (umi)
Baca juga: Timur Pradopo: Kasus Trisakti Sudah Diproses