VIVAnews - Dalam rangka pengusutan pengadaan teknologi Intelligent Character Recognition (ICR), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendatangi kembali markas Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol Jakarta.
"Siap datang ke KPU minggu ini," kata Haryono Umar, Wakil Ketua Bidang Pencegahan, Komisi Pemberantasan Korupsi saat dihubungi wartawan, Senin 27 April 2009.
Sebelumnya KPK datang ke KPU untuk meminta beberapa bahan penting untuk pendalaman sebagai kajian menindaklanjuti temuan pengadaan IT dalam pelaksanaan pemilu legislatif kemarin.
"(KPK) Meminta beberapa bahan penting untuk pendalaman," kata anggota KPU, Abdul Aziz, saat jumpa pers di Kantor KPU, Jumat, 24 April 2009 lalu.
Kedatangan yang untuk kedua kalinya ini, untuk melengkapi data yang sebelumnya sudah di peroleh KPK.
Sebelumnya sebanyak 21 partai lainnya sepakat menyatakan ada yang tak beres dengan sistem informasi Pemilu. Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa anggaran teknologi informasi itu karena hasilnya sangat mengecewakan.