Korupsi
Pembunuhan Direktur PT PRB

Keluarga Simpan Nama Otak Pembunuh Nasrudin

Keluarga berharap data yang ia miliki sinkron dengan data kepolisian.

Jum'at, 1 Mei 2009, 10:55 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Nicolaus Tomy Kurniawan
Keluarga Nasrudin Zulkarnaen (VIVAnews/Rahmat Zeena)

VIVAnews - Otak pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, masih buron. Ia diduga seorang pejabat tinggi negara.

Adik korban sekaligus ketua tim pencari fakta kasus Nasrudin, Andi Syamsudin Iskandar, mengatakan, memiliki nama yang diduga dalang pembunuhan itu. "Semoga saja data yang kami punya sinkron dengan polisi," kata dia kepada VIVAnews, Jumat 1 Mei 2009.

Sesaat setelah adiknya terbunuh, Andi sempat mengatakan otak pembunuhan adalah pejabat tinggi negara. Namun Andi enggan menyebut siapa pejabat yang dimaksud.

Saat ditanya apakah pejabat yang dimaksud adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar, Andi menjawab, "Tanyakan saja ke Mabes Polri, Antasari terlibat atau tidak," ujarnya. "Kalau pun benar, polisi pasti punya alasan."

Sebanyak sembilan pelaku pembunuhan telah ditangkap. Mereka adalah eksekutor dan operator lapangan. Salah satu yang ditangkap adalah politisi Partai Kebangkitan Bangsa sekaligus pengusaha, Sigid Haryo Wibisono.

Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2008. Ia ditembak di dekat mal Metropolis Town Square.

Mobil BMW silver miliknya tiba-tiba dipepet dua pria mengendarai sepeda motor. Salah seorang pengendara langsung memuntahkan dua peluru ke arah kepala Nasrudin yang duduk di kursi belakang.

Seketika, sopir korban langsung membawanya ke Rumah Sakit Mayapada Tangerang. Kondisi Nasrudin dinyatakan kritis. Rumah sakit itu pun tak mampu menanganinya dan merujuknya ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Nasrudin meninggal 22 jam kemudian.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ