Melambai, rona merona
Mengembang layar laju perahu nelayan
Memecah buih menyusur pantai
M’nuju Teluk Jakarta
Satu bait lagu keroncong Bandar Jakarta didendangkan Bibit Samad Rianto, Wakil Ketua Bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi. "Saya harap masyarakat bisa mengenal bahaya laten korupsi melalui keroncong," kata Bibit.
Keinginan Bibit untuk menyalurkan hobi sambil memberantas korupsi terwujud. Bersama dengan alumni Sekolah Tinggi Administrasi Negara yang ada di KPK, Bibit mendirikan Orkes Keroncong Pemberantasan Korupsi. Di band ini Bibit bertindak sebagai vokalis pendukung.
Bibit berharap lagu berjudul 'Stop Korupsi' dapat membantu KPK dalam memberantas korupsi.
Bergendeng tangan...
yuk tetapkan hati...
stop korupsi...
kita gusur dari negeri ini...
Yang hanya membuat rusak generasi...
Bibit masuk ke KPK pada 2007. Dia mengusung empat rambu pemberantasan korupsi, yakni pemberantasan korupsi dalam bingkai hukum; tidak hanya represif, tapi membongkar akar masalah korupsi; urusan pemberantasan korupsi menjadi urusan semua kalangan; dan p engembalian kerugian negara. Di KPK, Bibit menjabat sebagai Wakil Ketua yang membawahi bidang Penindakan serta Pengawasan internal dan Pengaduan Masyarakat.
******
Pria kelahiran Kediri, 3 November 1945, menghabiskan masa sekolah di tanah kelahirannya itu. Lepas dari bangku sekolah, Bibit memilih untuk masuk ke Akademi Kepolisian. Dia pun sudah pernah menjabat sejumlah kepala kepolisian di sejumlah daerah.
Pada Juli 2000, Bibit pensiun dari kepolisian dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal. Bibit juga mendapatkan berbagai bintang jasa dan penghargaan selama bertugas di kepolisian. Di antaranya, Satya Lencana Kesetiaan, Satya Lencana Dwidya Sista, Bintang Bhayangkara Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, dan Bintang Bhayangkara Pratama.
Selepas pensiun dari dinas kepolisian, bapak empat orang anak ini tidak lantas berdiam diri. Kehausannya terhadap ilmu pengetahuan membuat Bibit kembali ke dunia kampus untuk mengambil gelar doktoral yang akhirnya diperoleh pada 2002. Selanjutnya, kegiatan mengajar sebagai dosen menyita waktunya. Beliau bahkan sempat menjabat sebagai Rektor Universitas Bhayangkara.