Korupsi
Debat Calon Presiden 2009

Bujet Pertahanan Mega Rp 50 T, SBY Rp 120 T

Sementara Jusuf Kalla mengusulkan perlu revitalisasi peralatan pertahanan.

Kamis, 18 Juni 2009, 20:27 WIB
Arfi Bambani Amri, Muhammad Hasits
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Berbagai peristiwa kecelakaan alat pertahanan beberapa waktu belakangan ini menjadi salah satu yang ditanyakan moderator Anies Baswedan kepada para calon presiden. Berapa alokasi anggaran ideal untuk pertahanan?

Calon presiden pertama yang diberi kesempatan menjawab adalah Jusuf Kalla. Kalla menyatakan ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, merevitalisasi semua peralatan pertahanan yang masih dipakai.

"Kedua, membikin semua persenjataan yang bisa dibikin di dalam negeri," kata JK, Kamis 18 Juni 2009. JK lalu mencontohkan, pernah atas izin presiden meminta PT Pindad membuat 150 panser.

Kemudian Megawati Soekarnoputri menyatakan anggaran pertahanan harus ditingkatkan dari yang sekarang hanya Rp 35 triliun. "Bujetnya menurut saya, hitung-hitungannya sekitar 50 triliun rupiah. Hal itu harus diutamakan dulu," ujar Mega.

Sementara Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, anggaran pertahanan yang dibutuhkan memang besar. "Yang kita miliki sekarang jauh dari cukup. Kita pernah menghitung, kebutuhan minimal Rp 120 triliun," kata SBY. Angka itu setara dengan 12 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara yang mencapai Rp 1.000 triliun.

Sementara anggaran yang bisa dialokasi baru mencapai Rp 35 triliun. "Ke depan sesuai dengan perkembangan ekonomi, harus kita tingkatkan secara bertahap karena ada porsi (yang harus dibagi) untuk kesejahteraan rakyat, pendidikan, dan lain-lain," kata SBY. "Secara bertahap dinaikkan menuju Rp 120 triliun dalam lima tahun ke depan. Dengan begitu, porsi itu bisa didekati."

arfi.bambani@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ