Korupsi
Kampanye Boediono di Bandung

Boediono Baru Pertama Kali ke Bosscha

Boediono menjajal teropong untuk melihat Planet Saturnus. "Luar biasa," kata dia.

Sabtu, 20 Juni 2009, 09:14 WIB
Elin Yunita Kristanti, Elly Setyo Rini
  (Andika Wahyu)

VIVAnews - Dalam gelap, Boediono menjejakkan kaki untuk pertama kalinya di Observatorium Bosscha di Lembang Bandung.  Kunjungan ke satu-satunya observatorium di Asia Tenggara tersebut merupakan salah satu rangkaian kampanye Boediono di  Bandung dan Karawang selama dua hari ini.

"Saya baru pertama kali datang ke Bosscha," aku cawapres pasangan nomor dua ini di sela-sela kampanyenya di Bandung, Jumat malam, 19 Juni 2009.

Dengan teropong Bamberg, Boediono memandang Saturnus dari ketinggian 1.310 meter di atas permukaan laut. "Luar biasa," ujar dia singkat.

 Tim sukses SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng yang turut  mencoba teropong tersebut berseloroh setelahnya. "Coba diamati baik-baik, nanti akan keluar angka-angka di langit," kata dia.

 Rektor ITB Djoko Santoso yang turut menemani rombongan  Boediono berujar tahun ini adalah peringatan 400 tahun  astronomi. "Dan Bosscha adalah titik pusatnya," kata dia. Menurut Djoko, kedatangan Boediono ke Bosscha merupakan  keberpihakan sebagai seorang cawapres yang peduli akan ilmu  pengetahuan.

 "Memperkuat sains bisa memperkuat bangsa. Ke depannya,  harapan kami pemimpin baru bisa melakukan konservasi dan pengembangan sains," ujarnya.
 
 Tak lupa, Boediono juga menjajal teropong (reflektor) Zeiss  ganda berdiameter 60 cm dan tengah mengamati bintang BE.  Sebuah bintang yang dikategorikan sebagai bintang terang  dengan temperatur 25 ribu derajat dan memiliki cincin (selubung).

 Kepala Observatorium Bosscha Taufik Hidayat mengatakan pengamatan terbaik pada bulan April hingga Oktober.  "Pengunjung rata-rata sebanyak 60 ribu orang setiap tahun yang didominasi anak sekolah," katanya. Sebanyak 80 persen pengunjung merupakan anak sekolah dari 25 provinsi di  Indonesia, terutama tingkat SMP dan SMA. Taufik mengaku  mahasiswa Malaysia juga sering melakukan penelitian di sini  karena fasilitas yang lebih lengkap.

Observatorium Bosscha didirikan oleh K.A.R. Bosscha dan dibuka secara resmi pada 1 Januari 1923. Lantas diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia pada 18 Oktober 1951 dan setelah itu dikelola ITB. Pada tahun 2004, Observatorium  Bosscha dinyatakan sebagai benda cagar budaya nasional.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ