Korupsi
Kampanye Boediono di Bandung

Bosscha Terancam oleh Pembangunan Real Estate

Keberlangsungan Bosscha terancam. "Pembangunan akan berdampak pada timbulnya polusi."

Sabtu, 20 Juni 2009, 09:27 WIB
Elin Yunita Kristanti, Elly Setyo Rini
Bayi bintang di pusat galaksi Bimasakti (sciencedaily.com)

VIVAnews - Untuk kali pertamanya, calon wakil presiden Boediono menjejakkan kaki untuk pertama kalinya di Observatorium Bosscha di Lembang Bandung, Jumat 19 Juni 2009 malam. Menurut dia, Observatorium Bosscha merupakan aset nasional yang harus dilestarikan.

"Lokasi dan instrumen di Bosscha harus dijaga bersama untuk menghargai dedikasi rekan-rekan sains yang luar biasa," kata dia saat melakukan kunjungan di sela-sela kampanye di Bandung, Jumat malam, 19 Juni 2009.

Boediono, yang mengaku pernah bercita-cita menjadi ilmuwan sains tapi nyasar jadi ekonom berjanji melakukan konservasi Observatorium Bosscha. Ternyata janji itu menjadi harapan bagi observatorium kebanggaan Indonesia itu.

Bosscha saat ini tengah menghadapi ancaman. Sebuah mega proyek real estate telah mengantongi izin dari Bupati Bandung Barat untuk dibangun tak jauh dari Bosscha.

Kepala Observatorium Bosscha Taufik Hidayat menuturkan PT Bintang Mentari Perkasa pada tahun 2004 telah mengantongi izin dari Bupati Bandung untuk membangun kawasan terpadu real estate, hotel, dan cottage Puri Lembang Mas seluas 65 hektar yang berjarak hanya 200 meter dari Bosscha atau berbatas jalan masuk.

"Pembangunan akan berdampak pada timbulnya polusi cahaya, udara, dan debu yang mengancam keberlanjutan Bosscha," kata  Taufik.

Menurutnya, seluruh pihak seperti Rektor ITB, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, dan Gubernur Jawa Barat telah menentang  pemberian izin tersebut dengan melayangkan surat. Namun, karena terjadi pemekaran wilayah di Kabupaten Bandung yakni dengan lahirnya Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2007, ternyata Bupati Bandung Barat menerbitkan izin kembali  pendirian Puri Lembang Mas pada tahun 2008.

"Oleh karena itu, kami berharap Pak Boediono sebagai cawapres yang peduli pengembangan iptek akan mendukung upaya pelestarian kawasan Bosscha dan menghimbau kepada Bupati  Bandung Barat agar membatalkan izin tersebut," kata Taufik.
 
Observatorium Bosscha didirikan oleh K.A.R. Bosscha dan dibuka secara resmi pada 1 Januari 1923. Lantas diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia pada 18 Oktober 1951 dan setelah itu dikelola ITB. Pada tahun 2004, Observatorium  Bosscha dinyatakan sebagai benda cagar budaya nasional.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ