VIVAnews - Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto melakukan klarifikasi soal penyadapan ponsel atas dirinya.
"Saya kan tadi ditanya soal Gelora Bung Karno dan yang terkait dengan penyadapan bukan topik utama," ujar Rahmat memberikan klarifikasi kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2009.
Itupun, menurut dia, disampaikan karena baru membaca berita soal Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Susno Duadji yang mengaku ponselnya disadap.
Rahmat juga mengaku tidak bermaksud memberikan konfirmasi atau mempunyai niat untuk menyatakan bahwa suatu lembaga telah melakukan penyadapan.
Menurut dia, sebagai pejabat di lingkungan yang bertugas menangani keuangan negara, dia tidak mempersoalkan jika penyadapan itu dilakukan.
Dalam wawancara lewat telepon dengan VIVAnews pada Rabu pagi ini, topik yang akan ditanyakan memang mengenai kisruh gadai Gelora Bung Karno yang dipicu oleh pernyataan calon wakil presiden Prabowo Subianto saat kampanye akbar di Gelora Bung Karno pada Selasa kemarin.
Namun, saat wawancara berlangsung, mendadak komunikasi putus. Saat dihubungi kembali, secara tak sengaja perbincangan kemudian mengarah pada soal penyadapan. Spontan Rahmat pun bercerita soal penyadapan yang dia rasakan telah menimpa dirinya.
Menurut Rahmat, ada sejumlah tanda-tanda saat ponsel disadap, misalnya suara mendengung dan sinyal tiba-tiba turun. "Tapi, itu kan bukan topik utama wawancara," kata Rahmat mengelak.
Apalagi, dia mengaku agak terkejut karena tak lama kemudian dia ditelepon oleh wartawan radio yang secara khusus menanyakan tentang penyadapan setelah membaca pernyataannya.