VIVAnews - Juru Bicara Tim Kampanye Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Rizal Mallarangeng, menyatakan beberapa pernyataan calon wakil presiden Prabowo Subianto tidak tepat. Dalam soal melansir angka-angka, Prabowo dinilai selalu keliru.
"Kalau soal angka-angka, Pak Prabowo selalu keliru terus," kata Rizal dalam jumpa pers di Bravo Media Center, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Kamis 2 Juli 2009. "Soal utang misalnya, ini itu, ini itu," kata Rizal.
Prabowo dalam kampanye akbar di Gelora Bung Karno 30 Juni 2009 lalu membeberkan terjadi kebocoran kekayaan negara sebesar Rp 200 triliun. Utang Indonesia ke negara asing pun naik menjadi Rp 400 triliun pada pemerintahan saat ini, ujar mantan Panglima Kostrad itu.
Pernyataan Prabowo itu, menurut Rizal tidak pas. Secara jumlah, utang boleh dikatakan meningkat, tapi secara rasio jika dibandingkan dengan pendapatan domestik bruto jauh menurun dibandingkan masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri.
Soal Gelora Bung Karno telah tergadaikan, Prabowo juga keliru. "GBK tidak mungkin digadaikan. Memang pemerintah punya obligasi. Oblihasi tidak bisa diterbitkan (jika) sementara ada perbedaan antara pemerintah pusat dan pemerintah Jakarta," ujar Rizal yang disertasi doktoralnya di Ohio State University, Amerika Serikat, mengenai ekonomi-politik Orde Baru itu.
Karena itu, Rizal menyarankan Prabowo mempelajari lagi soal tudingannya itu. "Harusnya Pak Prabowo belajar sedikit-sedikit soal data. Pelajari dululah, kasihan masyarakat. Lagian siapa pula yang mau menggadaikan," kata Rizal.