VIVAnews - Siapa yang bakal menggantikan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, jadi pertanyaan para wartawan asing kepada Megawati Soekarnoputri.
Menjawab pertanyaan para wartawan, Megawati menyebut bahwa putrinya, Puan Maharani punya kesempatan, karena dia kandidat yang bagus.
"Tetapi saya juga lihat ada Pramono Anung yang bagus, Budiman Sudjatmiko yang bagus, ada banyak sekali kader-kader PDI Perjuangan yang menurut saya dapat suatu hari memimpin PDI Perjuangan," kata dia saat bertemu dengan bertemu dengan para jurnalis asing yang tergabung dalam Jakarta Foreigner Correspondent Club (JFCC) di Intercontinental Midplaza, Jakarta, Jumat 3 Juli 2009.
Mendengar jawab itu, Pramono dan Budiman yang hadir mendampingi Mega di ruangan itu, hanya tersenyum.
Dimintai komentar, Pram menolak. Sementara Budiman mengatakan bahwa Mega menyebut dirinya tadi hanya sekedar untuk kesopanan saja karena di ada dirinya dan Pram yang kelihatan di ruangan tersebut.
"Puan kan tadi disebut. Kemudian beliau (Megawati) melihat saya dan Mas Pram, yang kebetulan juga ada diruangan ini," ujar Budiman sembari tersenyum.
Meski mengaku namanya tiga atau empat kali disebut di depan publik, Budiman tak mau geer alias gede rasa. "I dont wanna get it seriuosly. Itu hanya apresiasi saja sih menurut saya, sebagai kader, that's it," kata dia.
Menurut Budiman jika dia ingin menjadi Ketua Umum PDIP yang berikutnya itu masih jauh. "Saya kalau begitu berarti harus membuktikan lebih banyak hal lagi," kata Budiman, lagi-lagi merendah.
Karena dia baru terpilih di parlemen, maka sekarang ini fokus dia hanyalah membuktikan bahwa dia bisa menjadi yang terbaik terlebih dahulu dalam perannya di parlemen itu.
Sebelumnya, di media-media asing, ramai diberitakan soal dinasti politik di Indonesia. Misalnya saja, laman berita Singapura, The Straits Times menyoroti munculnya Edhie Baskoro alias Ibas, putra Susilo Bambang Yudhoyono yang maju dalam pemilihan legislatif 2009.
Puan Maharani, putri Megawati Soekarnoputri yang maju sebagai calon legislatif PDIP juga jadi sorotan. Demikian pula putra pendiri PAN, Amien Rais, Ahmad Mumtaz yang juga maju dalam pemilu legislatif.