VIVAnews - Aktor kawakan Deddy Mizwar yang kondang dengan sebutan Jenderal Naga Bonar mengaku siap menghadapi kubu Susilo Bambang Yudhoyono yang akan melaporkan dirinya atas dugaan pencemaran nama baik.
"Insya Allah siap," kata Deddy dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews, Selasa 14 Juli 2009.
Pekan lalu, Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul bersikeras akan melaporkan Deddy Mizwar karena dituding telah mencermarkan nama baik SBY saat Deddy datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melaporkan sejumlah dugaan korupsi. Salah satunya pengadaan teknologi informatika Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saat itu Deddy didampingi Mayor Jenderal (Purn) Saurip Kadi.
Mereka juga melaporkan pemutakhiran data pemilih yang menghabiskan dana Rp 958 miliar. Padahal sensus pemilih via SMS (pesan singkat) hanya mencapai Rp 17 miliar.
Saurip dan Deddy juga melaporkan sejumlah kebijakan pemerintah saat ini yang dinilai merugikan rakyat. "Kebijakan itu populis namun digunakan untuk pemenangan pemilu oleh kandidat tertentu," kata Saurip yang juga mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat itu.
Laporan Deddy dan Saurip membuat kubu Demokrat berang, dan akan melaporkan keduanya ke pihak berwajib.
Deddy sendiri sudah mendengar rencana tersebut. "Alhamdulillah saya baik-baik saja. Soal itu (laporan) tanya saja Pak Ruhut. Saya ikut saja maunya kayak apa," kata Deddy.
Deddy sendiri mengaku tidak melakukan tidak melakukan persiapan khusus menghadapi kubu S BY. "Berdoa saja karena yang dihadapi adalah orang-orang yang dekat dengan kekuasaan seperti Pak Ruhut cs," kata dia.
Soal rencana kubu SBY melaporkan Deddy Mizwar, Ketua Dewan Pakar Deddy Mizwar Saurip Kadi Mengutamakan Rakyat (Desa Merak) Justiani menilai Ruhut tidak paham makna negara demokrasi.
"Presiden itu pelayan rakyat bukan penguasa. Rakyat adalah majikan. Lho ketika rakyat mendapat data temuan korupsi uang rakyat yang jumlahnya triliunan dan kemudian menugaskan sang pelayan untuk membongkar dan memberantas sebagai tugas dan kewajiban sang pelayan, kok malah nuntut, Kalau saya jadi SBY saya pecat Ruhut, karena mencemarkan nama baik presiden sebagai pelayan rakyat," kata dia.