Korupsi
Tuduhan Suap Dua Pejabat KPK

Rekaman Suara Mirip Antasari-Anggoro

Antasari Azhar saat aktif sebagai Ketua KPK bertemu tersangka korupsi di Singapura.

Kamis, 13 Agustus 2009, 10:13 WIB
Nurlis E. Meuko, Ita Lismawati F. Malau
Antasari Azhar saat tiba di Mapolda Metro Jaya (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews -- Tuduhan suap yang dialamatkan ke dua pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi terus bergulir. Dimulai dengan beredarnya testimoni Ketua KPK nonaktif, Antasari Azhar, yang menyebutkan suap itu terjadi dalam kasus korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan pada 2008 dengan tersangka Direktur PT. Masaro, Anggoro Widjaja.

Orang dekat Antasari, Eddy Sumarsono mengaku menjadi fasilitator dan pembuka pertemuan di Sing apura, 11 Oktober 2008 itu. "Supaya testimoni berkualitas dan sesuai yang diharapkan," kata Eddy kepada VIVANews, Selasa 11 Agustus 2009.

Eddy melanjutkan, "saya katakan dalam pertemuan itu, 'Mas Anggoro, tolong bicara dalam bahasa terang dan telanjang. Mungkin ringkas bahwa ini terus anda merasa ada masalah, lalu berupaya untuk mengatasi masalah dengan inisiatif sendiri.' Begitu saya bilang."

Kini telah beredar pula transkrip pembicaraan yang suaranya mirip Antasari dan Anggoro berserta dua orang lainnya, salah satunya mirip suara Eddy. Mereka membicarakan soal kasus dugaan korupsi yang membelit Anggoro. Bahkan transkrip ini cukup detail. Rekaman dimulai dengan suara kresek-kresek telepon. Kemudian pembicaraan pun terekam, berikut transkrip yang beredar itu.

ES: Jadi langsung pada pokoknya saja.
AA: Jadi karena kita ini kan ndak bisa lama.
ES: Ya ini Pak Anggoro
AA: Oh

ES: Mas Anggoro, tolong bicara dalam bahasa terang dan telanjang. Tiga hal, mungkin ringkas bahwa ini terus anda merasa ada masalah, lalu berupaya untuk mengatasi masalah dengan inisiatif sendiri. Terus apa yang sudah dilakukan
AA: Yak
ES: Yang sebenar-benarnya. Jadi, silahkan. Karena keterbatasan waktu.

AA: Silahkan..
AW: Yah, mohon maaf pak.. Ini dari (menyebutkan sebuah lembaga) juga, kami dari Komite Tiongkok Pak.
AA: Yak

AW: Pertama terimakasih ini Pak, bapak berkemenan menerima saya, untuk memberi kesempatan saya untuk lapor..
AA: Ya.. saya ingin.. saya tidak mau artinya KPK ini melenceng dari misinya, gitu ya... silahkan...
ES: Silahkan....silahkan

AW: Ya pak, ya kami minta izin dulu lapor mengenai SKRT-nya sendiri pak. Proyek ini sendiri. Jadi proyek ini Sistem Informasi Radio Terpadu Departemen Kehutanan pak. Kita mulai ngurus ini sejak tahun 1986. Waktu itu menterinya masih pak Sujarwo. Waktu itu poertama langkah yang dilakukan penyusunan Feasibility Study pak.
AA:  Kalau itu mungkin nggak perlu terlalu panjang
AW: Iya
AA:  Itu nanti bisa...bisa...bisa.. diskusi saya ringkas saja...
ES: Langkah apa yang sudah dilakukan?

AA: Ini langkah yang sudah dilakukan saja
AW: Jadi gini pak
AA: Kalau itu, bisa..bisa... saya baca
AW: Waktu hari penggeledahan tanggal 29 bulan Juli pak, saya di China..
AA: Hmmmmm

AW: Saya nggak ada di Indonesia
AA: Iya
AW: Pada penggeledahan hari penggeledahan itu langsung eeeee.... ada famili saya pak yang nelpon saya. Saya denger famili saya ini, ya.... pernah saya tulung lah pak. Pernah saya tulung..
AA: Hemmmm
AW: Dia orang Surabaya
AA: Hemmmm

AW: Pernah saya tulung, jadi dia ingin membalas saya karena selama ini ndak sempet dia mbales. Kebetulan dia kenal sama Pak (nama seorang direktur di KPK)....
AA: Oh iya..iya..iya
AW: Dan pak (menyebut nama seseorang), karena beliau-beliau ini pernah di Jawa Timur..
AA: Oh ya betul...

AW: Bukan orang Surabaya tapi karena pernah di Jawa Timur. jadi kenal. Dia yang berinisiatif mau nolong sayalah. Bagaimana urusannya supaya ndak jangan sampai eee.... membesar... melebar...
AA: Yang kawan Jawa Timur ini..
AW: Iya famili saya pak..
AA: Siapa itu?

(Bersambung)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
azizul hakim
14/08/2009
hanya orang orang-orang yang berfikiran akan menghancurkan negara ini yang berniat membubarkan kpk. kalau tidak ada kpk mau jadi apa negara ini. korupsi akan terus meraja lela. intinya kpk harus diselamatkan. kalau ada oknum yang bermain ya ditindak. toh
Balas   • Laporkan
Sulastomo
13/08/2009
Harus dibuka sampai tuntas nih. Apakah remakan ini benar, verifikasi ke orang-orang yang ada dalam rekaman ini dan konfirmasi kepada yang tertuduh. Maju terus viva.
Balas   • Laporkan
kzan
13/08/2009
nah loe KPK... bubarkan ja KPK.. pemerintah Indon Memang busuk.. ga ada yg genah... (kata orang dlam UNS) contoh KPK saat mu audit di Uns, hal yang ptama kali dia katakan UNS mau bayar kita brapa...?? 100jt 200jt 1M...
Balas   • Laporkan
kzan
13/08/2009
nah loe KPK... bubarkan ja KPK.. pemerintah Indon Memang busuk.. ga ada yg genah... (kata orang dlam UNS) contoh KPK saat mu audit di Uns, hal yang ptama kali dia katakan UNS mau bayar kita brapa...?? 100jt 200jt 1M...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ