Korupsi

ICW laporkan Dugaan Penyimpangan Dana BOS

Diantaranya, ada dugaan penyimpangan aset senilai Rp 815,6 Milliar.

Jum'at, 11 September 2009, 17:52 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Purborini
Anak-anak di Sekolah Dasar (VivaNews/ Nurcholis Lubis)

VIVAnews - Lembaga Penggiat Korupsi, Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga ada korupsi pada Departemen Pendidikan Nasional senilai Rp 852,7 miliar. Indikasi penyimpangan tersebut berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan semester II tahun 2007 terhadap laporan keuangan departemen.

Menurut Peneliti Senior ICW Febri Hendri potensi penyimpangan terjadi dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah dan Dana Alokasi Khusus. "Ada potensi penyimpangan disitu," kata dia di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat 11 September 2009.

Menurut Febri, penyimpangan itu terdiri dari penyimpangan aset senilai Rp 815,6 Milliar, tidak tepat sasaran Rp 10,5 milliar, penggunaan tanpa bukti pertanggungjawaban Rp 16,8 milliar, pemborosan Rp 6,9 milliar, kerugian negara Rp 2,8 Milliar dan denda belum dipungut Rp 100 Juta.

BPK, kata dia, menemukan 6 dari 10 sekolah melakukan praktik penyimpangan. "Nilai penyimpangan sebesar Rp 13,7 juta," kata dia.

Adapun koordinator Koalisi Pendidikan Jimmy Paat penyimpangan ini tidak diikuti oleh penindakan dan pencegahan yang efektif. Ia mengatakan dalam kurun waktu 5 tahun gabungan dua institusi hukum, kepolisian dan kejaksaan hanya  mampu mengusut 142 kasus korupsi. "Dengan kerugian negara mencapai Rp243,3 miliar dan tersangka berjumlah 287 orang,' jelas dia.

Tapi, lanjut dia, penegakan hukum yang dilakukan dua institusi tersebut masih jauh dari yang diharapkan. "Terbukti dari tidak mampu memberikan dampak jera serta tidak bisa melakukan upaya pencegahan," kata Jimmy.

Ia berharap dengan laporan yang ini dapat menurunkan resiko penyelewengan dalam pengelolaan anggaran pendidikan. "KPK kan memiliki dua fungsi sekaligus," kata dia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
deni
11/09/2009
wah, harus di tindak tegas tuh sekolah2 yang menyelewengkan dana bos.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ