Korupsi

ICW Duga Presiden Setuju Pelemahan KPK

Presiden selama ini hanya mengatakan hal normatif ketika melihat 'konflik' KPK dan polisi.

Selasa, 15 September 2009, 17:03 WIB
Arry Anggadha, Anggi Kusumadewi
Pimpinan KPK Chandra M Hamzah & Bibit Samad Riyanto ke Mabes Polri (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Indonesia Corruption Watch menilai sikap diam Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjukkan kepala negara tidak peduli dengan agenda pemberantasan korupsi.

"Jangan-jangan Presiden setuju dengan pelemahan KPK," kata Wakil Koordinator ICW, Emerson Yuntho, dalam diskusi Pemeriksaan Kepada Anggota KPK: Politis atau Penegakan Hukum di Gedung DPR, Jakarta, Senin 15 September 2009.

Menurut Emerson, Presiden selama ini hanya mengatakan hal normatif ketika melihat 'konflik' antara KPK dan Polisi. Namun, Presiden lebih banyak diamnya.

Selain itu, terkait pembahasan RUU Pengadilan Tipikor, Partai Demokrat terkesan tidak memberikan dukungan pada KPK. "Partai Presiden di parlemen tidak memberikan dukungan kuat terhadap KPK melalui RUU Pengadilan Tipikor," jelasnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, anggota Fraksi PDI Perjuangan, Gayus Lumbuun menilai tidak ikut campurnya Presiden dalam 'konflik' KPK dan polisi ini karena Presiden tidak mau mencamputi ranah hukum.

• VIVAnews
Rating
Komentar
lp3bj
15/09/2009
Sejarah reformasi puncaknya mei 1998 ,koruptor tumbang ditandai dengan di dudukinya Gedung DPR oleh ratusan ribu mahasiswa, dan LAHIRLAH UU KHUSUS KPK .Ibu Pertiwi membayar dengan 7 nyawa mahasiswa dst.Komisi Pemberantas Korupsi oleh sejarah memang DI
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ