VIVAnews - Indonesia Corruption Watch menilai sikap diam Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjukkan kepala negara tidak peduli dengan agenda pemberantasan korupsi.
"Jangan-jangan Presiden setuju dengan pelemahan KPK," kata Wakil Koordinator ICW, Emerson Yuntho, dalam diskusi Pemeriksaan Kepada Anggota KPK: Politis atau Penegakan Hukum di Gedung DPR, Jakarta, Senin 15 September 2009.
Menurut Emerson, Presiden selama ini hanya mengatakan hal normatif ketika melihat 'konflik' antara KPK dan Polisi. Namun, Presiden lebih banyak diamnya.
Selain itu, terkait pembahasan RUU Pengadilan Tipikor, Partai Demokrat terkesan tidak memberikan dukungan pada KPK. "Partai Presiden di parlemen tidak memberikan dukungan kuat terhadap KPK melalui RUU Pengadilan Tipikor," jelasnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, anggota Fraksi PDI Perjuangan, Gayus Lumbuun menilai tidak ikut campurnya Presiden dalam 'konflik' KPK dan polisi ini karena Presiden tidak mau mencamputi ranah hukum.