Korupsi
Bibit dan Chandra Ditetapkan Sebagai Tersangka

KPK Tetap Jalan Meski Tinggal Dua Pimpinan

Buntut dari kasus ini, KPK bisa terhambat fungsinya. Demikian juga Polri. Mengapa?

Rabu, 16 September 2009, 07:51 WIB
Elin Yunita Kristanti
KPK (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan kewenangan terkait penetapan dan pencabutan larangan berpergian ke luar negeri kepada Djoko Tjandra dan Anggoro Widjaya pada Selasa 15 September 2009.

Menurut Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua, secara otomatis keduanya diberhentikan sementara dari  KPK. Di KPK tinggal dua orang pimpinan yang tersisa yakni Haryono Umar dan M Jassin. "Tujuan koruptor tercapai, makin sedikit pimpinan KPK," kata Abdullah seperti ditayangkan tvOne, Rabu 16 September 2009.

Abdullah mengatakan baik pimpinan maupun pegawai KPK tak boleh mundur ramai-ramai karena masalah ini. "Kalau mundur, target para koruptor tercapai. Saya akan larang, termasuk para pejabat KPK," kata dia .

Meski hanya ada dua pimpinan, Abdullah mengatakan secara operasional KPK tetap jalan. "Yang jadi persoalan, imej yang jelek bagi dunia internasional. KPK tentu saja [imejnya jelek], tapi juga negara," tambah Abdullah.

Ditambahkan dia, KPK di dunia internasional memiliki imej baik, meski baru berdiri beberapa tahun sudah berani menangkap Anggota DPR dan Gubernur BI. Efeknya, lanjut Abdullah, para investor juga akan berpikir ulang menanamkan modalnya ke Indonesia.

Soal pengganti tiga pimpinan KPK, termasuk pengganti Antasari Azhar, Abdullah mengatakan lembaganya akan menyerahkannya pada Presiden dan DPR.

Ditambahkan Abdullah, mengatakan masyarakat harus mencermati kasus ini. "Apakah ini hanya arogansi atau ada sekrenario besar, ada mastermind agar polisi, jaksa, dan KPK saling berantem," tambah dia.

Buntut dari kasus ini, lanjut dia, KPK bisa tak berfungsi. Polisipun jadi tak berfungsi karena masyarakat jadi tak percaya pada institusi ini. "Yang berpesta koruptor," tambah dia.

• VIVAnews
Rating
Komentar
rakyat
16/09/2009
Terus maju KPK, jangan tergantung hanya kepada pimpinan. Pimpinan hanya sifatnya sementara, tapi karya baktimu KPK utk ibu pertiwi akan kekal selamanya.
Balas   • Laporkan
tommy
16/09/2009
Memang KPK kudu jalan terus utnuk lakukan pemeriksaan2 pejabat BUMN dll dlm kasus KKN di negri ini..seperti saat ini kpk melakukan pemeriksaan atas pejabat PLN dst yang memang kasusnya sudah di tangani sebelum adanya masalah di internal KPK. Jalan terus
Balas   • Laporkan
lp3bj
16/09/2009
Sejarah reformasi puncaknya mei 1998 ,koruptor tumbang ditandai dengan di dudukinya Gedung DPR oleh RATUSAN RIBU mahasiswa, dan LAHIRLAH UU KHUSUS KPK .Ibu Pertiwi membayar dengan 7 nyawa mahasiswa dst.Komisi Pemberantas Korupsi oleh sejarah memang D
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ