VIVAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto ditetapkan tersangka dalam dugaan penyalahgunaan kewenangan. Namun, Bibit tak mau masalah itu merusak Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan akan jatuh pada 20 September 2009.
"Saya akan dirumah saja. Di Ciledug," kata Bibit saat dihubungi melalui telepon, Kamis 17 September 2009. Keluarga, kata dia, tetap tabah dengan semua yang menimpa dirinya di saat akan berlebaran ini. "Saya pun akan tabah menghadapi cobaan ini," kata pria kelahiran Kediri, 3 November 1945 itu.
Apakah ada rencana mudik? "Tidak lah dirumah saja. Tapi, saya memang akan menghadiri reuni SMU," sambungnya.
Mantan Kapolda Kalimantan Timur menambahkan ia akan pulang ke kampung halamannya di Kediri, 25 September mendatang. "Saya mau reuni saja," kata dia.
Bagaimana dengan pemeriksaan Anda? "Kenapa harus dipersoalkan. Saya pasti datang tanggal 28 diperiksa," sambung kakek dari tujuh cucu itu.
Selain Bibit, pimpinan KPK lainnya Chandra M Hamzah ditetapkan sebagai tersangka oleh Markas Besar Kepolisian RI. Banyak pihak menilai pemeriksaan ini bermuatan politis. Pasalnya, dua pimpinan itu dijerat dengan pasal yang lemah terkait pencekalan dua pengusaha, Anggoro Widjojo dan Joko Tjandra.
ICW menilai seharusnya masalah teknis operasional dan kewenangan masuk dalam ranah administrasi, bukan pidana.