Kapolri Minta Media Hentikan Pojokkan Polisi
Menurutnya penyidikan terhadap Bibit dan Chandra sudah dilakukan dengan profesional.
Jum'at, 25 September 2009, 22:27 WIB
Arry Anggadha, Desy Afrianti
(VIVAnews/Tri Saputro)
VIVAnews - Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, meminta kepada media menghentikan pemberitaan miring tentang polisi karena telah menetapkan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi tersangka.
"Saya mohon melalui rekan-rekan untuk menghentikan pemberitaan yang membingungkan masyarakat, apalagi yang memojokkan Polri," kata Bambang Hendarso di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 25 September 2009.
Selain itu, Bambang Hendarso juga meminta kepada sejumlah pihak untuk berhenti komentar. Apalagi bagi mereka yang tidak mengerti mengenai kasus yang menimpa Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. "Kenapa opini yang aneh-aneh," ujarnya.
Menurutnya penyidikan terhadap Bibit dan Chandra sudah dilakukan dengan profesional. Dua pimpinan KPK nonaktif itu disangkakan karena menyalahgunakan kewenangan. "Ini demi penegakan hukum," jelasnya.
Chandra dan Bibit diduga telah menyalahgunakan wewenang saat mencekal bos Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo, dan mencabut cekal mantan bos PT Era Giat Prima, Joko Soegiarto Tjandra.
suparman
28/09/2009
Permintaan Kapolri ini aneh, pake bawa-bawa rakyat segala, justru rakyat bingung dengan polisi, bukannya nagkap buronan malah bikin tuduhan ganti-ganti.Memangnya boleh pak kalau nagkap orang tuduhannya belakangan? Gawat nih Kapolri
Yust Lobo
28/09/2009
bukan opini media yang harus dihentikan, tapi aksi balas dendam susno duaji!!!paparkan ke publik dengan jelas dan adu argumen di depan publik, supaya rakyat ini tahu siapa yang pembohong dalam kasus ini!!!
Dharma Kesuma
27/09/2009
Apanya yg profesional ? KPK sedang mengumpulkan mencari bukti atas keterlibatan susno duaji mengenai suap di Bank Century, ehh malah diberi jabatan setrategis di mabes Polri....
bahana surya
26/09/2009
hahahaha..........klo emg benar kasus KPK sudah ditangani dengan Profesional tanpa ada kepentingan politik,Kapolri berani nga di sumpah pocong !!!
brongsky
26/09/2009
penegakan hukum kok sepertinya parsial ya, pilih-pilih mana yang menguntungkan. kesan yang muncul kayaknya jadi membela koruptor. padahal seharusnya penegak hukum bersama-sama untuk menghalalkan segala cara agar koruptor diberangus...titik
2gno
26/09/2009
media adalah sarana demokrasi, jangan main ancam gitu donk. kalau emang benar kan tidak perlu dikomentari
2gno
25/09/2009
RESIKO, JANGAN GITU DONK, KALAU BENAR KAN RAKYAT GAK BANYAK KOMENTAR...... GITU AJA SUDAH SEWOT, WONG EMANG PERLU KOK DIKOMENTARI
Gatot
25/09/2009
Komentar tdk miring atau lurus, yg penting kenyataannya bagaimana. Keseluruhan proses penanganan ketua KPK ini sangat berbau penyalahgunaan kekuasaan (presiden!) dimana Kapolri adalah salah satu sekrup nya.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar