Korupsi
'Konflik' KPK dan Polri

"Ini Gesekan Antar Kelasi di Kapal NKRI"

Dukungan berasal dari budayawan Emha Ainun Najib dan anaknya vokalis grup band Letto, Noe.

Kamis, 1 Oktober 2009, 12:48 WIB
Arry Anggadha, Yudho Rahardjo
Emha Ainun Nadjib (Antara/ Puspa Perwitasari)

VIVAnews - Meski pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sejumlah tuduhan terkait kasus korupsi, namun dukungan kepada lembaga antikorupsi itu terus mengalir. Kali ini berasal dari budayawan Emha Ainun Najib dan anaknya vokalis grup band Letto, Noe.

Emha mengibaratkan bahwa gesekan antara lembaga kepolisian dan KPK adalah gesekan antar personel dalam sebuah kapal yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Itu gesekan antar kelasi dalam kapal NKRI," kata Emha di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2009.

Menurut Emha, kapal NKRI saat ini juga tengah bergoyang. Negara Indonesia, lanjut Emha, saat ini tengah bergoyang karena sejumlah hambatan.

"Bangsa kita ini berada di ambang kehancuran. Saat ini NKRI ini sedang bergoyang, entah karena gelombang di lautan atau nakhodanya," ujarnya.

Tiga dari lima pimpinan KPK saat ini berstatus tersangka dan dinonaktifkan dari jabatannya. Ketua KPK Antasari Azhar tersandung kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Sedangkan, Chandra dan Bibit diduga telah menyalahgunakan wewenang saat mencekal bos Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo, dan mencabut cekal mantan bos PT Era Giat Prima, Joko Soegiarto Tjandra.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ