VIVAnews - Pensiunan jenderal berbintang dua itu telah bersiap menyambut kedatangan wartawan di ruang tamu rumahnya yang beralamat di RT 01/RW 12 Nomor 07, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.
Dengan berbalut kemeja lengan panjang berwarna biru dan mengenakan kaca mata minusnya wakil ketua KPK bidang penindakan nonaktif ini menemui wartawan di teras rumahnya dan menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan kepadanya. Disertai dengan hidangan yang terus mengalir di meja teras, Bibit mengutarakan jika penetapannya sebagai tersangka oleh pihak kepolisian adalah cobaan terberat yang pernah dialaminya.
Bibit menceritakan, akibat penetapan tersebut, beban pikirannya bertambah sehingga penyakit gula yang dideritanya semakin parah dan mengakibatkan berat badannya yang semula berkisar di angka 68 kilogram langsung merosot 13 kilogram dan tinggal 55 kilogram.
"Namun setelah mengonsumsi obat dengan teratur berat badan saya saat ini kembali naik menjadi 58 kilogram," kata Bibit.
Bibit mengaku sudah selesai melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga. Bibit memiliki empat anak dan tujuh cucu.
Hanya tugas sebagai warga negara yang menurutnya belum selesai dia lakukan. Kewajiban kepada negara itulah yang membuatnya mengikuti seleksi pimpinan KPK pada 2007 dan terpilih sebagai salah satu pimpinan. "Saya menganggap hukum di Indonesia ini masih bisa ditegakkan oleh penegak hukum,itu yang memotivasi saya di KPK," ujar Bibit.
Namun penegakan hukum tanpa disertai kehendak politik dari para elite menurut jebolan Akademi Polisi (Akpol) tahun 1970 ini sangat tidak mungkin dilakukan. Bibit memberi contoh mengenai KPK. Menurutnya KPK dibentuk karena di Indonesia korupsi adalah sebuah kejahatan luar biasa, untuk itulah KPK dibentuk sebagai sebuah badan independen.
Bibit mengetengahkan jika elite dan komunitas politik yang ada baik itu di DPR maupun di pemerintahan sudah tidak lagi menganggap korupsi sebagai kejahatan luar biasa, bisa saja mereka membuat produk UU yang melemahkan atau bahkan bisa membubarkan KPK sekalipun.
Bibit yang di usia senjanya saat ini mengutarakan apa yang tinggal dilakukannya saat ini tinggal mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Namun beribadah saja tidaklah cukup. Menurutnya percuma saja melaksanakan salat hingga berlinang airmata namun membiarkan kebathilan terjadi di depan mata.
Dengan keyakinan itulah Bibit menegaskan akan melawan secara penuh semua sangkaan yang dialamatkan kepadanya. Menurutnya dirinya akan membuktikan bahwa segala sesuatunya hanyalah rekayasa belaka.
Bibit juga mengatakan jika dirinya telah mengingatkan Chandra M Hamzah, jika mereka berdua diam saja, mereka akan diserang oleh pihak-pihak yang menjadikan mereka sebagai tersangka melalui berbagai rekayasa yang dilakukan. Namun, jika mereka berdua melawan, mereka juga tetap akan diserang.
"Maka lebih baik kita melawan," pungkas Bibit sambil berpamitan karena hendak bertemu Chandra yang baru saja selesai diperiksa pihak kepolisian.