Korupsi
Rekaman Bukti Rekayasa KPK

Wisnu Subroto: Hebat Saya Bisa Rekayasa Kasus

"Saya malah tidak kenal Anggoro. Yang saya kenal ya si gundul itu, Pak Anggodo."

Senin, 26 Oktober 2009, 07:00 WIB
Elin Yunita Kristanti, Arry Anggadha
Mantan JAM Intel Wisnu Subroto (SCTV)

VIVAnews - Seorang mantan pejabat tinggi Kejaksaan Agung diduga kuat terlibat dalam upaya merancang skenario kriminalisasi terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto.

Sejumlah sumber VIVAnews menuding pejabat itu adalah Wisnu Subroto, mantan Jaksa Agung Muda Intelijen. Dalam rekaman itu, menurut mereka, Wisnu merancang rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK bersama dengan Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo--bos PT Masaro Radiocom yang kini adalah buronan KPK setelah menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan.

Kepada VIVAnews, Jumat 23 Oktober 2009, Wisnu mengaku kenal dekat Anggodo Widjojo. Bahkan menurutnya mereka sering nongkrong bareng di berbagai kafe. Berikut petikan wawancara dengannya:

Nama Anda disebut-sebut dalam rekaman KPK. Tanggapan Anda?

Saya sudah mendengar hal itu. Saya mengenal Pak Anggodo sejak dua tahun lalu, tahun 2007. Dia teman saya, karena saya sering beli cincin sama dia. Tapi kok bisa saya disebut-sebut dapat merekayasa kasus? Kok bisa saya memerintahkan polisi untuk merekayasa kasus, menangkap pimpinan KPK? Itu tidak ada. Hebat sekali saya kalau bisa begitu. Lagi pula saya tidak kenal dengan Pak Bibit dan Pak Chandra.

Seberapa dekat Anda dengan Anggodo?

Dekat sekali. Pak Anggodo juga sering main ke kantor saya di Kejaksaan Agung. Saya kenal dia karena pernah beli cincin dari Pak Anggodo. Tidak cuma saya, Pak Anggodo juga kenal dengan jaksa lainnya. Kadang Pak Anggodo telepon saya, tanya sedang di mana, kemudian dia menyusul. Kita juga sering makan bareng. Saya malah tidak kenal Anggoro. Yang saya kenal ya si gundul itu, Pak Anggodo.

Kalau bertemu Anggodo, biasanya apa yang dibicarakan?

Kami guyonan saja. Tidak pernah ngomong serius. Yang jelas, dia pengusaha, punya perusahaan kayu, dan saya pernah ambil itu. Kami hanya makan-makan, ngobrol saja. Kadang dia yang bayar, kadang saya yang bayar. Jadi tidak benar kalau dia yang bayar semuanya.

Biasanya kalau bertemu di luar Kejaksaan di mana?

Kami sering bertemu di Hotel Mulia. Hampir tiap sore, seminggu rata-rata tiga kali. Tempatnya ya kalau masuk lobi di sebelah kanan kita bertemu. Di situ juga banyak saksinya. Ada sekretaris saya waktu itu, Pak Woropitan, Irwan Nasution, Prapto, dan Edu. Tidak cuma di Mulia, di Hotel Mahakam juga pernah. Di Hotel Mulia tidak hanya bertemu dengan Pak Anggodo, tapi juga anggota DPR, artis.

Bapak disebut-sebut pernah menerima mobil dari Anggodo sebagai ucapan terima kasih telah mengatur kasus pimpinan KPK. Apa benar?

Tidak benar itu. Bagaimana dia kasih mobil, wong kalau saya kurang bayar Rp.5 juta karena beli cincin saja sudah dia tagih ... hehe. Pak Anggodo itu sendiri rumahnya masih numpang dengan kakaknya, Anggoro. Kalau saya punya mobil banyak itu dari dulu. Silakan cek saja. Hebat betul saya bisa rekayasa kasus.

Terahir bertemu Anggodo?

Terakhir ya sejak adanya ramai-ramai itu, kasus Pak Antasari. Kalau tidak salah, Mei kemarin saya masih bertemu. Sampai saya pensiun sebagai JAM Intel. Setelah itu beberapa kali saya juga pernah bertemu.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Anan Saputra
21/11/2009
BoZz.... BrApA lMa LgE kSuS nIe SlesAi??? SArAn Aq HkUm D iNdOnEsIa NiE lBiH bGus pKeK " hUkUm RiMbA ",nGaKuNx Jw NeGaRa HuKuM tP aPaRAtNx PdA hNcUR....!!! bOzZ LoW mAnK sLaH cPt" Jw D kNdAnGiN,dRi PdA LPnX nGaNgGuR lMa"....
Balas   • Laporkan
Romy
27/10/2009
Ini jaksa mainannya ke hotel-hotel mewah. Aduhhh ngapain ..... Jangan heran kalo orang banyak kemudian curiga.
Balas   • Laporkan
anak_WS
26/10/2009
Saya juga kaget bapak bisa hebat begitu, bisa merekayasa kasus yg melibatkan lembaga besar. tp saya juga kaget, bapak mau mau nya disuruh suruh kayak jongos ama anggoro
Balas   • Laporkan
madion
26/10/2009
masyaallaah...
Balas   • Laporkan
andri
26/10/2009
mental tempe semua , doyan makan uang negara mana mau maju negara ini
Balas   • Laporkan
Gus TRi
26/10/2009
Kalau WS ditanya Penyidik jawabnya seperti di atas sudah pastilah WS bakalan kejerat..mulai dari palanggaran kode etiks sampai dengan ancaman kolusi..(kalau bener2 cincin n mobilnya beli Penyidik tinggal minta kuitansinya.Dijamin bakalan tidak ada).
Balas   • Laporkan
lp3bj
26/10/2009
KOMPAS.com 25 Oktober 2009 Jaksa Agung Minta Rekaman Skenario Pimpinan KPK Dibuktikan,Opini kami Silahkan Bapak Hendarman simpulkan sendiri, bagaimana bantahan yang disampaikan Wisnu Subroto seperti menghina logika berfikir 230 jt rakyat Indonesia Baca V
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ